METRO KARAWANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Karawang, Jawa Barat berencana membangun pasar berstandar nasional tahun ini. Rencananya, pasar bersih berteknologi modern itu bakal dibangun di Desa Sumurgede, Kecamatan Cilamaya Kulon.

Menurut Kepala Disperindag Karawang, Ahmad Suroto, pembangunan pasar dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) itu, sudah dalam tahap persiapan. Pihaknya juga memastikan, pasar tersebut akan dibangun tahun ini.

“Pasar tradisional di Desa Sumurgede itu akan jadi pilot project pasar nasional di Karawang. Rencananya, akan dibangun tahun ini,” ungkap dia, saat dihubungi Karawang Bekasi Ekspres.

Suroto melanjutkan pasar SNI itu rencananya akan dibangun menggunakan APBD dari Kementrian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Perindustrian (Kemenprin) yang sumbernya dari DAK tahun 2020.

Pasar standar nasional di Kecamatan Cilamaya Kulon itu, akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Seperti, tenan yang rapih, ruang ibu menyusui, ruang kesehatan, hingga fentilasi udara yang sempurna.

“Semua fasilitas penunjang sesuai SNI akan dibangun. Tak terkecuali, saluran air yang baik. Agar pasar tak becek saat hujan,” jelasnya.

Tak cukup sampai disitu, Pasar Sumurgede bertaraf nasional ini, juga akan menerapkan sistem zonasi kios, pengelolaan sarana parkir profesional, pengelolaan sampah, dan sebagainya.

Sutoto menambahkan, semua itu dilakukan untuk menumbuhkan kembali minat masyarakat berbelanja di pasar. Jika pasarnya bagus, bersih, dan sehat. Ia harap, bisa mengubah paradigma masyarakat tentang pasar yang becek, kotor, dan bau yang tidak sedap.

“Agar sudut pandang masyarakat dengan pasar bisa berubah. Tidak selalu kotor, becek, dan bau,” imbuhnya.

Sementara, saat dikonfirmasi, Camat Cilamaya Kulon, Rully Sutrisna mengaku belum mengetahui rencana pembangunan Pasar SNI di wilayah hukumnya.

Rully mengaku, hingga saat ini belum menerima kabar apa pun tentang pembangunan pasar di Kecamatan Cilamaya Kulon. Apa lagi mengetahui pasti, kapan dan dimana pasar tersebut dibangun.

“Belum ada koordinasi dengan pihak Disperindag. Apa lagi desa, tidak tau,” ujar Rully ketika dikonfirmasi KBE, Senin (1/6).

Perlu diketahui, Kecamatan Cilamaya Kulon, setelah berpisah dengan Kecamatan Cilamaya Wetan, belum memiliki pusat perbelanjaan masyarakat yang memadai. Adanya Pasar SNI di Desa Sumurgede itu, disambut antusias oleh masyarakat.

Tokoh masyarakat Cilamaya, Rawin mengatakan, sudah sejak lama warga Kecamatan Cilamaya Kulon mengharapkan ada pembangunan pusat perbelanjaan yang memadai untuk warganya.

Pasalnya, selama ini, masyarakat Cilamaya Kulon masih bergantung pada saudara tuanya, Kecamatan Cilamaya Wetan. Yang sudah berkembang pesat, secara perekonomian dan pembangunan strategis lainnya.

“Alhamdulillah, seperti yang di cita-citakan masyarakat selama ini. Kalau itu terealisasi, kami akan sambut dengan suka cita,” pungkasnya. 

(Wahyudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here