KARAWANG– Kawasan industri di Karawang berpotensi menciptakan kluster-kluster baru penyeberan virus covid-19 di Karawang. Saat ini sudah ada dua pabrik di KIIC ditutup oleh pemerintah daerah melalui Satpol PP Karawang lantaran total 49 karyawan dinyatakan positif covid-19.

Dua pabrik yang ditutp adalah PT DNP dan PT Exedy Manufacturing. Lonjakan kasus covid di Karawang selama satu pekan terakhir banyak disumbangkan oleh kluster dua pabrik ini. Di PT Exedy sudah 15 karyawan yang dinyatakan postif. Sedangkan di PT DNP kasusnya sudah tembus di angka 34 karyawan. Potensi kluster baru penyebaran dan penularan di keluarga dan pemukiman para karyawan pun sangatlah tinggi.

Juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Karawang, dr. Fitra Hergyana, menuturkan kedua perusahaan tersebut saat ini wajib mematuhi anjuran dari pemerintah untuk menekan penyebaran virus di wilayah industri. Apalagi saat ini, berbarengan dengan mulai normalnya aktivitas kerja, justru berkelindan dengan banyak munculnya klaster di industri dan perkantoran.

“PT. DNP sudah menerapkan protokol kesehatan. PT. Exedy belum tapi manajemen siap. Intinya ini untuk kebaikan, kesehatan dan keselamatan karyawan lainnya,” katanya.

Penutupan kedua pabrik tersebut juga disaksikan oleh Dandim 0604 Karawang, Letkol Inf. Medi Haryo Wibowo, Kapolres Karawang, AKBP. Arif Rachman Arifin, Kepala BPBD Karawang, Yasin Nasrudin dan pejabat lainnya.

“api kalau sifatnya urgensi atau memang ada mesin yang tidak boleh dimatikan masih boleh, asal ya itu benar-benar mengutamakan protokol kesehatan,” tandas Fitra.

Siketahui sejak tiga hari terakhir angka kasus baru yang bertambah tiap harinya lebih dari 10 kasus. Kemarin, (26/8/2020) jumlah penambahan kasus baru covid-19 di Karawang mencapai 11 kasus. Sehari sebelumnya, Selasa (25/8/2020) jumlah kasus baru juga tembus 11 orang. Lalu pada hari Senin (24/8/2020) jumlah kasus baru tembus 13 orang. (bbs/mhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here