METRO KARAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat memastikan tempat wisata tidak diizinkan buka selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Hal itu diungkapkan Juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang, dr. Fitra Hergyana, Senin (1/6). Menurut dia, saat ini masih perpanjangan PSBB Provinsi Jawa Barat sampai 12 Juni 2020 mendatang. Karena itu, masyarakat karawang wajib mematuhi protokol kesehatan, dikhawatirkan apabila masyarakat tidak disiplin akan terjadi peningkatan Covid.

“Keberhasilan dan lama waktu penanggulangam covid 19 tergantung masyarakat sendiri. Kami khawatir apabila masyarakat tidak disiplin, akan terjadi lagi peningkatan covid 19 di Karawang. kita lihat gambaran covid Nasional perhari peningkatan covid positif 700-900 lebih orang/hari” ungkap Fitra.

Untuk proses persiapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), sambung Fitra, setiap kabupaten dan kota harus menindaklanjuti nilai kewaspadaan kabupaten/kota yg telah ditetapkan Gugus Tugas Provinsi ke dalam tingkatan kecamatan, desa dan kelurahan.

Evaluasi dilakukan sesuai rumus-rumus yang ada dalam lampiran surat gubernur kepada Menkes, untuk setiap wilayah kecamatan, desa dan kelurahan.

Kabupaten/kota melaporkan kesanggupan dan kesiapan pelaksanaan AKB, dilengkapi data-data dan kesiapan anggaran. “Selama persetujuan Kemenkes belum terbit, provinsi dan kab/kota tetap melaksanakan PSBB proporsional,” ujarnya.

Fitra menambahkan untuk persiapan AKB di Kabupaten Karawang sedang berlangsung, walaupun secara level masih masuk kedalam zona kuning.

“Seperti mempersiapkan Kampung Tangguh, mempersiapkan okupansi RS rujukan Covid-19, menambah alat (PCR), melatih tenaga medis dan banyak lagi,” ucapnya.

Salah satunya juga membuka kembali akses jalan Tuparev – Kertabumi, ini merupakan persiapan juga untuk AKB akan tetapi tetap harus mengikuti protokol kesehatan.

(Firmansyah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here