METRO KARAWANG – Kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang khususnya Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, dipertanyakan. 

Wajar saja, anggaran yang digelontorkan baik dari pusat, daerah hingga bantuan swasta yang super besar nan mewah tak membuat kasus virus korona turun namun malah makin menggila. Di mana, kasus positif covid-19 pada Selasa (19/01/2020) ada penambahan 185 orang dengan rekor baru.

Bahkan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun gemes terhadap Pemkab Karawang lantaran selama enam minggu berturut masuk zona merah covid-19.

Informasi yang dihimpun Karawang Bekasi Ekspres (KBE), alokasi anggaran covid-19 Kabupaten Karawang mencapai Rp 162 miliar yang bersumber dari balanja tidak terduga (BTT). 
Belum lagi, sumbangan fasilitas dan alat pelengkap diri (APD) dari para perusahaan seperti kendaraan operasional GTTP dari Toyota Kijang Inova dan Daihatsu Grand Max serta perusahaan lainya.

Koordinator Lembaga Penelitian dan Pemerintahan Daerah (LP3D), Rahmat Effendi menilai GTTP Kabupaten Karawang gagal dalam menekan penyebaran virus korona. 

“Ini mengecewakan dan harus dievaluasi karena anggaran covid cukup besar loh. Jangan-jangan memang upaya gugus tugas hanya alakadarnya maka hasilnya pun begitu,” ujar dia.

Rahmat khawatir langkah Pemkab Karawang yang biasa-biasa saja bisa jadi bumerang dengan banyaknya korban jiwa. “Judulnya gugus tugas ini lip service dengan kasih informasi perkembangan kasus tapi harus lebih inovasi ke edukasi dengan melibatkan semua pihak,” ujar dia.

Rahmat juga menyarankan gugus tugas mencontoh penanganan percepatan covid di Kabupaten maupun Kota Bekasi. 

“Harusnya tugus tugas Karawang bisa mencontoh daerah terangga seperti Cikarang dan Bekasi yang hampir mirip. Cikarang sudah turun ke oranye dan Kota Bekasi masuk dispin jaga jarak serta masker se-Jabar,” tukasnya.

Diketahui bersama pada Rabu (20/01/2021), Pemkab Karawang mendapat bantuan 1 unit mobil Grand Max yang telah dimodifikasi menjadi mobile clinic dari PT. Astra Daihatsu Motor dan menerima bantuan masker 5.000 pcs dari PT. Raja Jawa Makmur.

Bantuan tersebut diterima langsung Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana di Aula Plaza Pemkab Karawang. Rabu, (20/1) kemarin.

Ucapan terima kasih dan apresiasi diutarakan Bupati Karawang kepada PT. Daihatsu dan PT. Raja Jawa Makmur yang menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat.

Bantuan 1 unit mobile clinic, dikatakan Bupati, sangat membantu pemerintah untuk mobilisasi penyuluhan dan sosialisasi kesehatan ke masyarakat. Nantinya, mobile clinic ini bisa dimanfaatkan untuk vaksinasi Covid-19.

“Ini sangat bermanfaat. Apalagi dengan perlengkapan yang tersedia di dalam mobile clinic ini sangat membantu sekali,” tandas Bupati Cellica.

Ia juga mengucapkan terima kasih, kepada PT. Raja Jawa Makmur, selaku produsen es krim merek AICE yang memberikan masker untuk nantinya diberikan ke masyarakat dan petugas medis. 

“Mobil ini akan difungsikan untuk pelaksanaan vaksinasi di Karawang nanti,” katanya.

Sementara, Executive Officer Karawang Assembly Plant, Feryanto mengatakan, bahwa bantuan 1 unit mobile clinic sebagai bentuk kepedulian perusahaan kepada lingkungan tempat produksinya.

Ia berharap, bantuan 1 unit mobile clinic tersebut bisa membantu pemerintah dalam menghadapi pandemi. Apalagi, mobil Grand Max yang telah dimodifikasi ini juga bisa berguna untuk keperluan medis lainnya. ‎

“Mobil ini sudah dimodifikasi dengan melengkapi fitur-fitur untuk membantu dan memudahkan proses pelayanan vaksinasi,” ujarnya.

(Jiovanno)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here