METRO CIKARANG – Kegiatan seminar yang dilakukan oleh pihak Kampus Universitas Pelita Bangsa, sangat merugikan mahasiswa. Pasalnya, meskipun sudah membayar Ujian Akhir Semester (UAS), tetap terancam tidak bisa ikut ujian, lantaran tidak membayar uang seminar.

Hasil penelusuran OnlineMetro.id di jejaring internet, pihak kampus sering mengadakan seminar. Namun, ada juga beberapa kegiatan yang dilakukan pihak kampus untuk kepentingan politik tertentu, dengan mengundang politisi dari Partai Demokrat dan PKS.

Salah satu sumber terpercarcaya dari Alumni Universitas Pelita Bangsa, buka suara dan membeberkan keluhan mahasiswa, akibat dampak beban seminar tersebut. Terlebih, para mahasiswa sebenarnya juga sudah membayar uang pendidikan, uang semester dan uang ujian.

“Kalau pihak kampus mau mengadakan seminar. Ya pihak kampus dong yang membuat biaya. Kan ada dana kemahasiswaan. Ada dana lain, bukan diminta lagi Rp 100 ribu per-mahasiswa,” kata salah satu mahasiswa yang tidak ingin disebutkan namanya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan pihak kampus Universitas Pelita Bangsa sulit dimintai tanggapan. Selain itu akitivitas didalam kampus pun terlihat sepi.

Diberitakan sebelumnya, Mahasiswi Universitas Pelita Bangsa Bekasi, DN, harus rela menjual pakaian bekas milik orangtuanya, untuk membayar biaya seminar, yang diterapkan oleh pihak Kampus dengan secara paksa sebesar Rp100 Ribu.

DN yang mahasiswi baru ini, menjual pakaian bekas orangtuanya, lantaran orangtuanya sudah tidak bekerja lagi, usai di PHK. Karena pengurangan karyawan di masa Pandemi Covid-19 ini.

“Saya dan mahasiswa lain di paksa bayar uang seminar Rp100 Ribu. Padahal waktu daftar (kuliah, red) gak ada perjanjian itu,” ujar dia kepada wartawan.

DN juga merasa kaget kepada aturan yang secara tiba-tiba diberitahukan oleh pihak kampus. Pasalnya, jika tidak membayar seminar itu, mahasiswa terancam tidak mendapatkan nilai bagus dan tidak lulus dari Universitas Pelita Bangsa.

“Boleh tanya mahasiswa baru yang lain. Kalau gak ikut tetap wajib bayar. Kalau gak bayar, gak bakal dapat nilai bagus dan gak lulus dari kampus,” keluhnya.

(Jiovanno)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here