METRO CIKARANG – Advokat perburuhan Anwar Budiman menilai bahwa kenaikan upah mininum kabupaten (UMK) memberatkan para pengusaha di Kabupaten Bekasi.

Karena menurut dia, kemampuan pengusaha menggaji karyawannya cukup sulit ditengah pandemi covid-19 yang berujung pemutusan hubungan sepihak (PHK) dan gulung tikar secara massal.

“Karena pandemi covid, membuat kemampuan perusahaan sangat menurun, biaya produksi saja kondisinya bisa dikatakan tidak tertutup dengan pendapatan. Banyak perusahaan yang memutuskan hubungan kerja dan tutup,” kata dia, Selasa (24/11/2020).

Meski begitu, sambung Anwar, ada saja perusahaan yang mampu menaikan gaji karyawannya. Misalnya saja pada perusahaan-perusahaan yang diuntungkan dengan kondisi covid seperti industri farmasi atau obat-obatan.

“Tetapi lebih banyak perusahaan lain yang tidak diuntungkan, kerugian massif untuk perusahaan,” timpalnya.

Anwar juga mengapresoasi perusahaan yang bisa menggaji tanpa mengurangi jumlah karyawannya. Karena hasil pengamatannya banyak perusahaan yang benar-benar buntung keuangannya terpukul korona.

Disisi lain, Anwar juga paham jika kebutuhan hidup terus meningkat kedepannya. Mau tak mau, serikat buruh menuntut kenaikan upah setiap tahunnya. Kondisi itu pun memicu ketidaksinkronan antara perusahaan dengan karyawan.

“Kondisi saat ini, menyelamatkan perusahaan juga menyelamatkan pekerja perusahaan tersebut,” tukas dia.

Anwar pun menyarankan agar pemerintah menyikapi kondisi seperti ini dengan netral. Disisi lain, pemerintah bisa melihat pertumbuhan ekonomi nasional yang mengalami minus di tahun 2020. 

(Fauzi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here