METRO CIKARANG – Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bekasi 2020 akhirnya ditetapkan sebesar Rp4.791 juta. Angka tersebut naik 6,51 persen dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp4.498 juta.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi Suhup mengatakan Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Barat No.561/Kep.774-Yanbangsos/2020 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota se-Jawa Barat tahun 2021 itu menetapkan Kabupaten Karawang sebagai daerah dengan UMK tertinggi sebesar Rp4,798 juta.

“Ya keputusan ini sudah ditandatangani Pak Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pada Sabtu (21/11/2020) kemarin dan mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2021,” kata dia, kemarin.

“Kabupaten Bekasi ada di peringkat kedua UMK tertinggi di Jawa Barat sekaligus Nasional, selisih Rp6.500 dengan Kabupaten Karawang,” timpal Suhup.

Suhup mengakui kenaikan upah ini melalui negosiasi alot berujung pengambilan keputusan lewat pengambilan suara terbanyak (voting) Dewan Pengupahan Kabupaten Bekasi yang terdiri atas pemerintah daerah, serikat buruh, asosiasi pengusaha, dan serikat buruh.

“Kami minta teman-teman dengan segala kekurangannya bisa legowo dan menerima hasil keputusan UMK 2021 tersebut,” imbuh dia.

Kenaikan UMK ini, sambung dia, didasari atas inflasi dan Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Namun karena di Kabupaten Bekasi tidak ada inflasi akhirnya mengambil inflasi dari Kota Bekasi sebesar 2,33 persen ditambah 4,18 persen PDB berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

(Yudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here