ISTIMEWA

Sekban Edward : Koodinasi Dulu, Baru Displin

METRO CIKARANG – Pejabat teras di Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPRKP) Kabupaten Bekasi, tak layak ditiru. Dia adalah Kepala Bidang Pertanahan DPRKPP, Daniel Firdaus yang sepekan ini tidak berada di kantor untuk menjalankan tugasnya sebagai pejabat publik.

Alasan dinas luar (DL) menguatkan dugaan TPU Karangbahagia tidak terawat hingga TPU Sukakarya disalahgunakan.

Pantauan Cikarang Ekspres saat ke ke ruang kerjanya pada Rabu (22/7) lalu, Daniel Firdaus tidak ada di ruangannya. Bahkan, awak media menghubungi telepon selulernya pun selalu sedang ada dinas luar. Dalam situasi pandemi saat ini, Daniel justru memanfaatkan untuk tidak hadir ke kantor.
 
“Pak Kabid (Daniel Firdaus,red) sedang rapat, nanti diinfokan,” cetus salah satu pegawainya Eka, kemarin.

Wartawan koran ini terus mencoba menghubungi lewat pesan whatsapp. Namun, Daniel hanya menjawab singkat tanpa ada penjelasan yang detail. “Sedang rapat diluar,” kata Daniel pada Kamis (23/7) silam.

Lantas kemarin (28/7) tepat seminggu menghilang tanpa ada kabar berita. Daniel dengan lantang kembali mengulangi kata-kata sebelumnya. “Sedang rapat diluar,” ucap dia.
 
Menanggapi itu, Sekretaris Badan kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Bekasi, Edward Sutarman mengaku kecewa dengan kinerja ASN yang tidak disiplin dalam kerja melayani publik.
 
“Sangat disayangkan jika Pak Daniel Firdaus jarang ada di kantornya. Seharusnya bekerja maksimal,” ucap dia. 

Meski begitu, sambung Edward, pihaknya akan berkoodonasi dengan Kepala DPRKPP Iwan Ridwan untuk teguran ke bawahannya yang jarang ngantor.
 
“Jadi begini kalau bilang dinas luar itu alasan saja. Nanti kami tunggu laporan pimpinan dias baru bicara sanksi disiplin pegawai,” jelas dia.
 
Dikabarkan sebelumnya, Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang dikelola Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Kabupaten Bekasi, kembali disoal. 
 
Pasalnya, sejumlah TPU diduga banyak tak terawat meski diguyur anggaran cukup fantastis. 
 
Hal itu diungkapkan Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Bekasi, Danto. Ia mengaku bakal memanggil para petugas hingga pejabat yang mengurus TPU agar lebih transparan dan akuntabel.
 
“Jadi memang permasalahan TPU tak terawat ini menjadi perhatian kami. Kedepannya saya juga butuh penjelasan dari DPKPP soal kelalaian TPU banyak yang tidak terawat serta diduga mejadi bancakan oknum,” kata Danto. 
 
Apalagi, sammbung dia, anggaran untuk TPU itu lumayan besar akan tetapi kurang maksimal dalam penyerapan dinas yang menyebabkan banyak TPU tak terawat. 
 
“Kan ada posko pengamanan di TPU dibangun, akan tetapi tidak dikelola dengan baik bangunannya kosong. Ini tentu sagat disayangkan,” ketus politikus Gerindra ini.
 
Danto pun meminta Bupati Eka Supria Atmaja mengevaluasi kinerja DPRKPP Kabupaten Bekasi agar lebih maksimal. 
 
“Bukan hanya TPU Karangbahagia yang tak terawat. Bahkan diduga ada lahan TPU disalahgunakan di Sukakarya. Jadi ini permasalahan TPU banyak sekali,” ungkapnya.
 
Diberitakan sebelumnya, Camat Karangbahagia, Karnadi lepas tangan persoalan tak terawat TPU Karangbahagia. Menurut dia, kewenangan itu berada di DPRKPP.
 
“Soal TPU tak terawat itu kewenangan Dinas Tarkim, karena yang ngelola itu mereka,” kata Karnadi.
 
Ia melanjutkan Pemerintahan Kecamatan Karangbahagia tidak memiliki anggaran untuk TPU tersebut.
 
“Kami tidak anggarkan soal TPU, yang anggarin itu Dinas Tarkim. Jadi tanya aja ke mereka,” paparnya. 
 
Sementara itu Kepala Bidang Pertanahan pada DPRKPP Kabupaten Bekasi, Daniel Firdaus saat dikonfirmasi belum bisa menjawab.“Saya sedang dinas luar,” katanya.
 
Sebelumnya, Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karangbahagia, Kabupaten Bekasi kondisinya tak terurus dengan baik. Kepengurusan dan pengelolaannya juga belum terbentuk.
 
Tak ayal, belum banyak warga yang memakamkan jenazah keluarganya di sana. Tercatat hanya ada sekitar 13 makam saja di TPU seluas 2 hektar ini.
 
Padahal pemakaman itu milik Pemerintah Kabupaten Bekasi dibawah Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Pertanahan.
 
TPU Karang Bahagia yang terletak di Kampung Pulobambu, Desa Karang Bahagia, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi berada di tengah-tengah.
 
Akses jalan menuju ke TPU Karang Bahagia juga masih didominasi tanah bebatuan. Hanya cukup akses untuk satu mobil saja. Area TPU Karang Bahagia itu cukup luas. Tapi pemakaman yang dikelilingi pagar beton itu sayangnya tak terurus.
 
Banyak semak belukar di area TPU itu. Tiap sore kerap dijadikan lokasi gembala kambing dan sejumlah warga memancing karena terdapat empang cukup besar.
 
Maja (56), seorang tokoh masyarakat setempat mengatakan, TPU Karang Bahagia itu telah berdiri sejak 10 tahun lalu.
 
Awalnya TPU itu merupakan sawah dan lapangan sepak bola, kemudian lahan itu dibeli Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk dijadikan lokasi pemakaman.
 
“Sudah lama hampir 10 tahun kira-kira, luas lahannya 2 hektar, dulu lahan kosong di sana lapangan buat main bola dekat sawah juga,” kata Maja.

(ha/uzi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here