Tampung Sampah di Bekasi Saja Sudah Overload, Ditambah dari Luar Daerah

METRO CIKARANG – Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Burangkeng dalam kondisi overload sejak 2014 lalu dan masih terus menampung sampah sampai saat ini. Parahnya lagi, TPA ini juga dijadikan tempat untuk pembuangan sampah dari daerah luar di Kabupaten Bekasi.

Belum lama ini, seorang warga Burangkeng mengaku menangkap basah truk sampah dari luar Kabupaten Bekasi membuang sampah di TPAS Burangkeng. Truk sampah itu berpelat F. Diduga berasal dari Kawasan Bojongkulur, Cileungsi atau sekitarnya. 

Pemuda Burangkeng, Abdur Rohman, mengaku Pemuda Burangkeng pada April 2020 pernah memprotes keras truk sampah dari luar Kabupaten Bekasi membuang sampah di tempat itu.

“Memang itu pernah ramai di media tentang penolakan sampah dari luar Bekasi dari pemuda Burangkeng saat ini. Informasinya, sampai saat ini masih berlangsung pembuangan sampah dari luar Bekasi,” ucap dia. 

Pria yang juga Ketua Badan Pengurus Kabupaten (BPK) Ormas Oi ini sangat menyayangkan hal itu, karena TPAS seluas 11,2 hektare itu sudah overload hingga saat ini. Untuk menampung sampah dari Kabupaten Bekasi pun sudah hampir tak sanggup. 

“Ini kan sudah jelas kondisi TPAS Burangkeng sudah overload.  Kok bisa-bisanya sampah luar Kabupaten Bekasi masuk leluasa ke area TPAS? Oi sebagai salah satu organisasi pecinta lingkungan menolak keras adanya sampah luar Bekasi masuk TPAS Burangkeng,” tegasnya. 

Pria yang juga Ketua BPK Ormas Oi Kabupaten Bekasi ini berharap ada tindakan tegas bagi yang melakukan aktivas pembuangan sampah ke TPAS yang semakin hari semakin menggunung itu.

“Ini kan TPAS satu-satunya di Kabupaten Bekasi dan kondisi sudah tidak mampu menampung sampah dari 23 Kecamatan. Kalaupun memang masuk itu kan harus kerja sama seperti Jakarta dengan Kota Bekasi,” tuturnya. 

Ia mengatakan jika sampah Cileungsi masuk ke TPAS Burangkeng secara ilegal, merugikan Kabupaten Bekasi. “Apakah sampah Cileungsi masuk TPAS Burangkeng itu masuk retribusi.  Ini harus ada kejelasan,” tegasnya. 

TPAS Burangkeng menampung 800 ton sampah dari 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi tiap hari. TPAS itu akan diperluas 20 hektare untuk menyiasati overload.

Sebelumnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi mewacanakan untuk memindahkan TPA Burangkeng ke Cibarusah. Namun, rencana tersebut mengundang penolakan dari warga karena daerahnya tidak ingin dijadikan tempat pembuangan sampah.

“Warga menolak dengan rencana tersebut (Pemindahan TPA, red) itu hak warga,” kata Camat Agung. 

Menurut dia, pemindahan TPA ke Bojongmangu baru sebuah wacana dan pastinya proses tersebut berjalan lama. 

“Pemindahan TPA ke Bojongmangu itu kan baru wacana saja, belum ada informasi yang jelas, tntunya butuh proses bang,” tuturnya. 

Hingga saat ini, pihak Kecamatan Bojongmangu masih menunggu info tindaklanjut Pemindahan TPA sejauh mana.

Diberitakan sebelumnya, Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Bekasi, Helmi menuturkan Pemkab Bekasi harus benar – benar mateng dalam melakukan kajian pemindahan TPA tersebut dan harus dibahas juga di DPRD Kabupaten Bekasi.

“Kami akan memanggil Dinas Lingkungan Hidup dan Bappeda agar dibahas di komisi seperti apa dampak efek positif dan negatifnya. Lalu juga siapa yang mengelolanya,” kata Helmi. (dim/har/uzi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here