METRO CIKARANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, telah menyiapkan skema-skema adaptasi kebiasaan baru (AKB) termasuk protokol kesehatan dalam pembukaan kembali sekolah pada awal tahun 2021.

Seperti Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi yang kejar target membangun 488 toilet di setiap sekolah dengan anggaran mencapai Rp 98 miliar. Di mana, target pembangunan toilet secara massal ini selesai pada pertengahan Desember tahun ini.

Sekretaris Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Iman Nugraha, ST, MSi menuturkan infrastuktur pendukung persiapan pembelajaran tatap muka di era new normal terus dipercepat.

Langkah ini, kata dia, agar para peserta didik yang menjalankan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka dapat jaminan kebersihan, kesehatan dan keselamatan.

“Pembangunan toilet di 23 kecamatan ini salah satu upaya pemerintah daerah untuk menyiapkan infrastruktur yang memadai dan mendukung pembelajaran tatap muka di sekolah. Jadi urgensinya adalah kesehatan,” ungkap Iman kepada Onlinemetro.id, Senin (7/12/2020).

Ia menjelaskan pembangunan toilet ini dilakukan dengan menerapkan konsep adaptasi kebiasaan baru. Di setiap sekolah dibangun dua ruang toilet, dua kloset jongkok, dua unit urinori, tiga keran tempat wudhu dan tujuh wastafel.

“Sebanyak lima wastafel di antaranya mengusung konsep new normal dengan menggunakan mekanisme keran injak. Wastafel ini bukan cuma dipasang di toilet tapi juga di sekitar area sekolah sehingga sebelum masuk sekolah, para siswa cuci tangan dulu,” ujar Iman.

Selain itu, pihaknya juga menggunakan sistem tempat penyimpanan yaitu dengan menggunakan ground water tank atau GWT kapasitas 1.000 liter dan juga water torn kapasitas 1.050 liter. Hal itu dilakukan untuk menjaga ketersediaan air digunakan. “Sedangkan untuk kelancaran distribusi air digunakan dua unit pompa air,” ucap dia.

Selanjutnya setiap toilet menggunakan septic tank biofilter dimana  ruang di dalamnya selain untuk menampung kotoran juga berfungsi sebagai media filtrasi dengan menggunakan media cell dan bakteri.

“Jadi itu bersifat mengurai limbah. Sehingga setic tank biofilter ini akan lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan septic tank konvensional,” urai dia.

Masih kata Iman, pembangunan toilet berdimensi 12,25 m2 di kawasan pendidikan ini tidak menyatu dengan ruang aktivitas serta menggunakan ornamen Betawi.

Adapun dasar pembangunan toilet ini mengacu peraturan bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan Nomor 34 Tahun 2005 dan Nomor 1138/MENKES/PB/VIII/Tentang Penyelenggaraan Kabupaten Kota Sehat serta Keputusan Bupati Bekasi Nomor 440/Kep.91/Dinkes/2020 Tanggal 6 Maret 2020 Tentang Penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19 di Kabupaten Bekasi.

Menurut dia, komitmen Pemkab Bekasi ini selaras dengan program kabupaten atau kota Sehat yang digalakkan Menteri Kesehatan bersama Menteri Dalam Negeri dalam penghargaan Swasti Saba.

Pada 2019 lalu, Pemkab Bekasi menerima penghargaan Swasti Saba Padapa bersama 177 bupati/wali kota dan enam gubernur lain. Berbekal hal tersebut, Pemkab Bekasi menargetkan prestasi serupa pada ajang dua tahunan itu.

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaha menegaskan bahwa tidak hanya sekadar penghargaan tapi bagaimana mengubah pola hidup masyarakat menjadi lebih sehat.

“Tentu saja ini menjadi komitmen kami bersama untuk mewujudkan kabupaten sehat. Ini penting, apalagi di tengah pandemi seperti sekarang, kesehatan merupakan hal yang utama,” kata dia.

(Haripan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here