***Wakil Jubir Covid-19 Terpapar Setelah Lakukan Pelacakan Klaster Industri

METRO CIKARANG – Kabupaten Bekasi kembali berstatus zona merah korona atau Covid-19. Status zona Kabupaten Bekasi disebabkan melonjaknya pasien positif korona.

Informasi yang dihinpun Cikarang Ekspres, lonjakan pasien positif korona dari klaster industri dengan 22 perusahaan yang terpapar. Satu di antaranya, PT LG Electronics Indonesia di MM2100 Cibitung, PT Suzuki Indomobil Tambun dan PT Nippon Oilseal Kogyu.

Akibat klaster baru tersebut, sejumlah pegawai di tiga organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai melaporkan pegawainya yang terpapar covid-19. Ini menjadi babak baru penyebaran virus di perkantoran setelah mewabah di sejumlah kawasan industri.

Ketiga OPD itu yakni Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Dinas Perindustrian dan Dinas Kesehatan yang masing-masing melaporkan satu pegawainya terkonfirmasi positif. Satu di antaranya, Wakil Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Irfan Maulana.

Irfan terpapar saat melakukan pelacakan pada salah satu klaster industri. 

“Hasil tes swab pada 31 Agustus lalu yang bersangkutan terkonfirmasi positif. Ini dari tracing klaster industri,” kata Juru Bicara GTPP Kabupaten Bekasi Alamsyah, kemarin (3/9).

Meski begitu, lanjut dia, sejawatnya kini sudah menjalani isolasi dan telah memasuki tahap penyembuhan. “Kondisinya dalam keadaan baik,” ucap dia.

Selain Irfan, klaster industri pun menjangkiti satu PNS lainnya. Alamsyah mengatakan, seorang PNS terpapar dari asisten rumah tangga yang suaminya bekerja di salah satu pabrik yang menjadi klaster covid-19. “Kemudian yang satu PNS lagi dari Dinas Perindustrian itu sekarang sudah dipastikan sembuh setelah menjalani isolasi,” ucap dia.

Sementara itu, jumlah kasus klaster industri masih menunjukkan peningkatan. Alamsyah menyatakan, terdapat penambahan 140 kasus pada klaster PT Nippon Oilseal Kogyou. Dengan penambahan itu, total ada 200 karyawan yang terkonfirmasi positif pada pabrik suku cadang mobil itu.

Kendati demikian, di sisi lain, Pusat Koordinasi dan Informasi Covid-19 Kabupaten Bekasi mencatat kenaikan jumlah pasien sembuh yakni 102 orang. Angka kesembuhan ini menjadi yang tertinggi sejak kasus pertama ditemukan.

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja menyatakan telah menginstruksikan jajarannya untuk menggelar tes cepat maupun usap pada para PNS. Mereka diwajibkan mengikuti tes untuk menekan angka penyebaran di kalangan pemerintahan.

“Saya sudah instruksikan kepada jajaran untuk segera rapid dan swab karena ini sudah masuk ke para pegawai. Jangan sampai mengganggu pelayanan apalagi sampai menyebar ke pegawai lainnya. Maka sejak minggu itu pemeriksaan terus dilakukan,” ucap dia.

Eka juga menginstrusikan kepada semua jajaranya untuk mengantisipasi klaster baru di lingkungan pemerintah. Semua dinas diwajibkan memberlakukan protokol kesehatan dengan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak aman, dan mencuci tangan sesering mungkin.

“Saya minta kepada semua jajaran dilingkungan pemerintah, dan pegawai yang berada di 23 Kecamatan dan semua 182 kepala desa dan 5 lurah agar mengantisipasi klaster baru Covid-19. Jadi, semua diwajibkan menerapkan protokol kesehatan dengan 3M,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sri Enny memastikan, meskipun ada jajaranya yang terkomfirmasi Covid-19, kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi yang berada di Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi di Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat tetap beroperasi seperti biasanya.

Menurutnya, setelah diketahui ada ASN yang terinfeksi Covid-19, pihaknya langsung melakukan tes swab terhadap seluruh ASN di lingkup Dinas Kesehatan, dan hasilnya negatif Covid-19. “Para ASN yang lain dan sudah mengikuti swab, hasilnya negatif,” ucapnya.

Saat ini, kata dia, pelayanan di Dinas Kesehatan masih berjalan seperti biasa, tidak terhambat dengan adanya kasus tersebut. Namun demikian, seluruh ASN harus menjalankan protokol kesehatan dengan ketat.

Sri menduga, faktor kelelahan menjadi penyebab Irfan terinfeksi Covid-19. Pasalnya, kelelahan bisa menyebabkan imunitas tubuh menurun. “Hanya dua ASN yang terpapar, satu lagi sudah sembuh,” ucapnya.

(Haripan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here