METRO CIKARANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, alokasikan anggaran sebesar Rp192.250.000.000 untuk pembangunan ratusan ruang belajar di sekolah pada 2021 mendatang.

Anggaran yang masuk RAPBD 2021 merupakan bagian dari rencana pembangunan sekolah secara massif untuk menunjang mutu pendidikan di Kabupaten Bekasi. Mulai dari pembangunan unit sekolah baru, rehabilitasi sedang dan berat ruang kelas. Kemudian pembangunan sarana dan prasarana serta utilitas sekolah.

“Tentunya pendidikan masih menjadi prioritas kami untuk dibangun. Termasuk dengan kesehatan juga. Karena kan sudah menjadi kebutuhan wajib. Kami ingin memastikan bagaimana anak-anak kita sekolah dengan nyaman di ruang kelas yang kami perbaiki ini,” kata Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja.

Berdasarkan data Dinas Cipta Kerja dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi, anggaran tersebut dialokasikan untuk pembangunan empat unit sekolah baru. Baik untuk sekolah dasar maupun menengah pertama sebesar Rp24 miliar.

Nantinya, setiap sekolah baru akan terdiri dari 12 ruangan. Yakni ruang belajar maupun sarana lainnya.

Kemudian, anggaran tersebut juga dialokasikan untuk pembangunan 64 ruang kelas baru yang terdapat di 13 SD. Rencana anggaran untuk pembangunan ini mencapai Rp 31,8 miliar.

Pembangunan serupa juga disiapkan bagi 12 ruang kelas di tiga SMP. Anggarannya mencapai Rp5,4 miliar.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Cipta Kerja dan Tata Ruang, Iman Nugraha menambahkan, pihaknya akan terus mengawal agar pembangunan hasil usulan Dinas Pendidikan dari pengajuan tiap-tiap sekolah bisa berjalan maksimal.

“Ya kan sektor pendidikan masuk prioritas Pak Bupati Eka dalam membangun Kabupaten Bekasi. Sehingga kami sebagai dinas teknis bertugas membangun dengan usulan tersebut,” ujar dia.

Selain sekolah dan ruang kelas baru, Pemkab Bekasi juga berencana membangun sarana, prasarana dan utilitas di SD sebanyak 29 unit dengan anggaran Rp7,6 miliar. Sementara di SMP sebanyak tujuh unit dengan anggaran Rp1,2 miliar.

Menurut dia, mayoritas anggaran pembangunan tahun depan difokuskan pada rehabilitasi ruang kelas yang rusak berat maupun sedang.

“Ada total 243 ruang kelas di SD yang bakal kami rehab dan 61 ruang kelas di SMP yang juga diperbaiki,” katanya.

Sedikitnya Rp97,7 miliar disiapkan untuk merehabilitasi 243 ruang kelas di 56 SD yang rusak sedang dan berat. Sedangkan untuk merehabilitasi 61 ruang kelas di 13 SMP, anggaran yang disiapkan sebanyak Rp24,5 miliar.

Kemudian, Pemkab Bekasi juga telah menyiapkan sarana dan prasarana penunjang menjelang pembelajaran tatap muka.

Sebelum para siswa kembali ke sekolah, sarana adaptasi kebiasaan baru telah dibangun. Di antaranya yakni toilet terpadu dan tempat cuci tangan di tiap sekolah.

Sebanyak dua ruang toilet, dua unit urinoar, tempat wudu dan tujuh wastafel akan didirikan di setiap sekolah pada akhir tahun ini. Persiapan ini dilakukan untuk memastikan aspek keamanan dan pencegahan penularan Covid-19 terpenuhi.

“Wastafel ini bukan cuma dipasang di toilet tapi juga di sekitar area sekolah dengan mekanisme keran injak. Jadi sebelum masuk sekolah, para siswa cuci tangan dulu. Pembangunan toilet ini salah satu upaya pemerintah daerah untuk menyiapkan infrastruktur yang memadai dan mendukung pembelajaran tatap muka di sekolah,” tukas dia. 

(Haripan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here