METRO CIKARANG -Panitia Relokasi Makam Mede berencana melaksanakan relokasi makam pada tujuh Desember mendatang. Pelaksanaan terkesan dipaksakan padahal masih ada warga yang tidak setuju wacana tersebut.

Panitia pun sudah mengeluarkan surat rencana relokasi makam Mede yang ditandatangani oleh Ketua Panitia Relokasi Makam Mede, Ali yang ditandatangani pada 25 Nopember lalu. 

Namun, Panitia Relokasi Makam Mede enggan dikonfirmasi terkait wacana relokasi pada tujuh Desember mendatang. Mereka tak menampik isi surat itu 

Sebelumnya diketahui penolakan relokasi makam Mede bergulir kencang dimasyarakat. Mereka yang tak setuju membentuk forum penolakan.

Pasalnya, diduga kuat lahan Makam Mede itu diperuntukkan perluasan Kawasan Industri MM 2100. Pemdes pun menujui relokasi itu dan mengklaim sudah mengantongi persetujuan warga.

Ketua Kepengurusan Makam Mede, Ustadz Khoeruddin mengatakan warga sudah kompak menolak relokasi Makam Mede karena merupakan makam yang memiliki sejarah. Sebagai bentuk penolakan warga pun mengumpulkan tanda tangan dibanner dan swadaya membangun musola.

“Ada yang setuju makam dipindahkan, silahkan. Yang jelas kami sepakat Makam Mede tidak boleh hilang dan harus dilestarikan,”ucap dia.

Ada sekitar, 825 ahli waris makam yang menolak direlokasi dari sekitar seribu makam yang ada,”Waktu itu ada pertemuan denga Kepala Desa, dan infonya ada 250 yang mendukung, silahkan. Yang penting mayoritas menolak,”paparnya.

(dim/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here