METRO CIKARANG – Antisipasi banjir di akhir dan awal tahun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi menambah perahu karet sebanyak 8 unit.

Dengan begitu, persiapan bantuan bagi para korban banjir bisa dilakukan dengan maksimal.

Kepala bidang kesiapsiagaan bencana BPBD Kabupaten Bekasi, M Said mengatakan penambahan unit perahu karena trend banjir makin meningkat dan korban pun semakin banyak.

“Untuk tahun ini BPBD Kabupaten Bekasi menambah armada perahu sebanyak 8 unit,” katanya.

Pengalaman banjir sebelum dijadikan pembelajaran agar antisipasi banjir keepan bisa dilakukan dengan siaga dan maksimal. Sepanjang tahun 2020, dari 23 kecamatan cuma satu kecamatan yang tidak mengalami banjir yakni kecamatan bojongmangu karena berada di daerah dataran tinggi. “Kalau yang rutin bencana itu antara 10-13 kecamatan yang ada di wilayah kabupaten bekasi,” ucapnya.

Delapan perahu anyar itu akan menjadi pegangan BPBD Kabupaten Bekasi dan distribusikan sesuai kebencanaan banjir ke lokasi.

“Kalau di distribusikan ke kecamatan dan desa perahu yang ada di BPBD tidak akan mencukupi, sehingga semua di konsentrasikan di sini. Kecuali bagi daerah yang dianggap rawan bencana banjir dimana BPBD menitipkan perahu di lokasi tersebut dengan sifat pinjaman,” paparnya.

Saat ini, BPBD miliki sekitar 28 unit perahu. Namun jumlah tersebut jauh dari ideal yaitu kebutuhan minmal100 unti perahu untuk melayani daerah yang rawan banjir.

“Saat ini yang ada di garasi peralatan yang standby sekitar 20 unit perahu di tambah 8unit perahu yang baru tiba total adalah 28,” ungkapnya.

Karena ada sebagian perahu yang sudah rusak maupun tidak lagi bisa dipakai, di kita sendiri punya keterbatasan anggaran untuk memperbaiki perahu itu sendiri,” sambungnya.

Bahkan ke depan pihaknya mencoba untuk mengajukan pembelian unit perahu baru dalam 1 tahun itu diajukan antara 6-8 unit perahu.

(uzi/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here