Kapolres Metro Bekasi Pun Ancam Tindak Tegas, Bantu Pemerintah Tekan Kasus Covid-19

METRO CIKARANG – Dalam hitungan hari, kalender tahun 2020 akan kedaluwarsa. Lazimnya, setiap akhir tahun dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur maupun berpesta. Perkaranya, pandemi belum berlalu. Dikhawatirkan akan menambah klaster baru penularan virus korona.

Tak ayal, Polres Metro Bekasi memberikan warning atau larangan untuk perayaan tahun baru. Hal itu diungkapkan Kapolres Bekasi Kombes Hendra Gunawan kepada wartawan, kemarin.

Menurut dia, larangan warga Kabupaten Bekasi merayakan malam tahun baru di sejumlah simpul keramaian. Larangan itu diberlakukan untuk mencegah potensi penularan Covid-19 di kerumunan.

“Untuk menjaga stabilitas sekaligus memutus mata rantai penyebaran Covid-19, malam tahun baru tidak boleh ada pawai, petasan, dan perayaan semacamnya,” tegasnya.

Hendra mengatakan Polres Bekas tidak akan segan memberi sanksi tegas kepada warga Kabupaten Bekasi yang nekat melakukan perayaan malam tahun baru yang mengundang keramaian. Pada pekan ini, Kabupaten Bekasi kembali masuk zona merah Covid-19.

“Apabila melanggar kita ada Perbup (Peraturan Bupati). Ada undang-undang, ada sanksi sosial yang diterapkan, sudah terbentuk tim pemburu Covid-19 opsnal yustisi,” bilang dia.

Selain menyosialisasikan larangan perayaan malam tahun baru kepada pengelola hotel, restoran, tempat wisata, Hendra juga akan menemui pemuka agama untuk memastikan perayaan natal berlangsung kondusif di masa pandemi Covid-19. 

“Termasuk bagaimana skema perayaan natal dan ibadahnya nanti. Yang jelas ada beberapa catatan apabila ibadah itu digelar khususnya terkait petunjuk teknis pelaksanaan agar aman dari penularan kasus dan tetap mematuhi protokol kesehatan,” katanya

Disisi lain, kabar duka menyelimuti Kabupaten Bekaso dengam meninggalnya 12 pasien positif covid-19 selama dua hari terakhir.

“Kasus meninggal dunia pasien positif Covid-19 asal Kabupaten Bekasi dalam dua hari terakhir bertambah 12 orang,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah.

Adapun pasien yang meninggal dunia sebagian besar wafat di Jakarta, kebanyakan usia lanjut di atas 60 tahun dengan faktor komorbid.

“Faktor usia lanjut dan juga ada penyakit bawaan pasien,” paparnya. 

Diketahui, dengan tambahnya 12 pasien positi covid 19 menjadikan angka ini menambah jumlah kumulatif pasien Covid-19 yang meninggal dunia menjadi 138 orang.

Data terbaru dari laman pikokabsi.bekasikab.go.id, Rabu (16/12/20), jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi bertambah 169 orang. Namun demikian, jumlah pasien yang sembuh juga mengalami kenaikan sebanyak 137 orang.

Total kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Bekasi sebanyak 542 orang atau naik 25 orang dari sehari sebelumnya.

Pasien positif yang dirawat di rumah sakit bertambah 6 orang menjadi 318 orang, kemudian pasien yang menjalani isolasi bertambah 19 menjadi 224 orang.

Sebaran kasus aktif berada di 21 kecamatan dengan angka tertinggi di Kecamatan Tambun Selatan 86 kasus, Cikarang Timur 62, Cikarang Utara 55, Cikarang Pusat 54 dan  Cikarang Selatan 52 kasus.

Kemudian Kecamatan Babelan 40 kasus, Cibitung 35, Cibarusah 30, Cikarang Barat 24, Karangbahagia 23 dan Serang Baru 20 kasus.

Jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi sebanyak 7.240 orang. Dari jumlah tersebut, 6.560 orang sudah dinyatakan sembuh, 138 orang meninggal dunia dan 542 orang dalam perawatan.

Selain itu terdapat 467 kontak erat, 212 pasien suspek dan 6 pasien probable.  

Dari total 7.240 orang,  mereka yang sembuh tercatat 6.560 atau bertambah 137 orang hari ini. Sementara 318 lainnya masih dirawat di rumah sakit, 224 menjalani isolasi mandiri, dan 138 meninggal dunia.   

Adapun kasus suspek bertambah 31 orang menjadi 10.487 dimana 212 masih dalam pengawasan. Kemudian, kasus probable 313 orang dengan rincian 60 meninggal, 247 sembuh, dan 6 masih dalam pengawasan. 

Kalau dilihat dari sebarannya, tiga wilayah yang paling banyak peningkatan kasus positif aktif adalah Kecamatan Tambun Selatan sebanyak 86 orang, Cikarang Timur sebanyak 62 orang, dan Cikarang Utara 55 orang. 

(har/red/hyt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here