Jabar Masuk Empat Besar Kematian Dokter Karena Covid-19

METRO CIKARANG – Duka mendalam kembali menyelimuti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), khususnya di Kabupaten Bekasi. Satu dokter spesialis meninggal dubia akibat terserang covid-19 yaitu Kol CKM(prn) Dr H Syahruddin Sp THT-KL.

Informasi yang dihimpun, dokter yang meninggal karena Covid-19 di tanah air sudah mencapai angka 115 orang. Di mana, 11 di antaranya berasal dari Jawa Barat. 

Catatan kematian dokter terbanyak berada di Jawa Timur yaitu 29 dokter, Sumatera Utara 21 dokter, DKI Jakarta 15 dokter, Jawa Barat 11 dokter, Jawa Tengah 8 dokter, Sulawesi Selatan 6 dokter.

Bali, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan masing-masing kehilangan empat dokter. Kalimantan Timur kehilangan tiga dokter, Kepulauan Riau, Yogyakarta, Aceh, telah kehilangan dua dokter. 
Sementara Banten, NTB, Papua Barat, dan Riau kehilangan masing-masing satu dokter.

Pejabat Humas PB IDI Halik Malik, menenyebut empat dokter meninggal dunia akibat Covid-19 dalam kurun waktu 24 jam. Keempat dokter ini menambah daftar panjang jumlah dokter yang meninggal akibat terpapar virus korona menjadi 115 orang.

“Dalam waktu 24 jam kita kehilangan empat dokter meninggal COVID-19: Kol CKM(prn) Dr H Syahruddin Sp THT-KL, Dr. Ananto Prasetya Hadi, MKM, Dr. Oki Alfian bin H. Alamsyah, Dr. Sutrisno. Sungguh kehilangan besar bagi bangsa Indonesia,” kata dia, kemarin.

Halik merinci keempat dokter tersebut berdinas di tempat berbeda, yaitu di Bekasi, DKI Jakarta, Kampar, dan Medan. Keluarga besar IDI mengungkapkan rasa kehilangan atas meninggalnya para tenaga medis.

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jabar Eka Mulyana mengatakan, penambahan dokter yang meninggal ini karena terpapar langsung dan tidak terpapar langsung dari Covid-19. “Covid langsung, tidak langsung,” kata Eka Mulyana, kemarin.

Semakin meningkatnya eskalasi pertambahan kasus baru Covid-19, pihaknya mengeluarkan surat edaran kepada seluruh sejawat dokter di Jabar dan seluruh masyarakat.

“Kami juga sudah edarkan SE ke seluruh Jabar terkait kewaspadaan ekstra terkait eskalasi makin terus bertambahnya angka kejadian Covid-19. Baik masyarakat umum maupun tenaga medis/kesehatan,” tuturnya

Dalam surat edaran tersebut diminta agar seluruh dokter dan tenaga medis menghindari resiko terpapar terutama di area atau daerah resiko tinggi dimanapun berada.

Ketua IDI Jabar juga mengajak untuk ikut serta edukasi dan mengawasi protokol kesehatan di setiap lapisan di tengah masyarakat.
Serta selalu berkorrdinasi dan bekerja sama dengan satgas serta pihak berwenang setempat.

“Lindungi diri kita berarti juga lindungi keluarga dan lingkungan kita. Tidak tertular tidak menularkan. Kita semua ingin pandemi Covid-19 ini segera berakhir dan normal kembali,” kata Eka.

(*/yud/hyt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here