Ruang NICU Penuh, Bayi 18 Hari ‘Terlantar’

0

METRO CIKARANG – Aishwa Nahla Izzatunnisa, bayi berumur 18 hari itu butuh perawatan insentif di ruang Neonatal Insentif Care Unit (NICU) di rumah sakit.

Tapi, hingga detik ini anak dari Ahmad Fauzi dan Nurul Fiqri itu belum juga mendapatkan ruang NICU di berbagai rumah sakit.

Aishwa masih dirawat di ruang inkubator RS Tiara Bekasi yang terletak di Jalan Raya Babelan.

Pihak RS Tiara Bekasi juga tak kunjung mendapat rujukan ke rumah sakit lain lantaran ruang NICU penuh.

Ayah Aiswa, Fauzi, menjelaskan juga sudah berupaya sendiri ke berbagai rumah sakit untuk mencari NICU tapi jawaban pihak rumah sakit selalu penuh.

“Kita sudah ke RSUD Kabupaten Bekasi, RSUD Kota Bekasi, RSAB Harapan Kita, RSPAD Gatot Soeboroto, RS Jantung Jakarta, RS Cipto Mangunkusumo, RS Tarakan, tetapi selalu penuh ketika ditanya ruang NICU,” ucap Fauzi kepada media, Senin, 14 September 2020.

Fauzi menggunakan kartu Indonesia sehat (KIS) dalam perawatan buah hatinya. Aishwa divonis mengalami pembengkakan jantung, dan pihak RS TIara Bekasi memang merekomendasikan anak itu dirawat di NICU dengan peralatan CPAP dan regulator.

“Saya berharap anak saya segera mendapat NICU. Saya minta kepedulian pemerintah agar anak saya bisa hidup dengan sehat dan tersenyum ceria. Sejak lahir sampai sekarang dia belum pernah pulang ke rumah, selalu di ruangan inkubator,” ucap warga Babelan Kota itu penuh harap.

Hingga detik ini Fauzi masih terus berdoa dan berusaha supaya Aishwa mendapat perawatan di ruang NICU.

(dim/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here