RUSAK: Salah satu blok rumah di Taman Sari, Kecamatan Setu yang rusak parah akibat diterjang angin puting beliung, Minggu (7/12) dinihari. Total sekitar 73 rumah yang rusak.

73 Rumah Warga Rusak

METRO CIKARANG -Puluhan rumah di Desa Taman Sari, Kecamatan Setu rusak parah akibat diterjang angin puting beliung, Minggu (7/12) dinihari. Total sekitar 73 rumah yang rusak.

Sekretaris Desa Taman Sari, Nurhasan dikonfirmasi mengatakan saat ini pihaknya sudah melaporkan ke BPBD Kabupaten Bekasi. Ada empat titik yang terkena terjangan angin puting beliung.

“Ada tiga titik, di perumahan Graha Cipta Taman Sari sebanyak 54 unit rumah, kategori parah 30 rumah dan kategori ringan 24 rumah. Di perkampungan RT 01/05 8 rumah, 2 kategori parah dan 6 ringan dan RT 04/05 5 rumah, 2 kategori parah dan 3 ringan,”kata dia dikonfirmasi.

Selain itu di RT02 /01 6 rumah dengan kategori parah 4 rumah dan ringan 2 rumah Tidakda korban jiwa dalam musibah ini, dikatakan mayoritas warga rumah yang rusak akibat atap rumah berterbangan,”Tidak ada korban jiwa dan luka-luka nihil,”tuturnya.

Total kerugian akibat terjangan puting beliung itu diprediksi menembus hingga satu milyar. Ia mengatakan warga memerlukan bantuan bahan makanan dan terpal untuk sementara.

Terendam

Sementara itu tingginya curah hujan  membuat sungai yang berada di Kampung Kalenderwak Desa Karang Sari Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi meluap  ratusan rumah terendam banjir mencapai satu meter lebih.

Sampai berita ini ditulis, kondisi air belum menampakan surut, petugas dari desa dan kecamatan di bantu BPBD dan kepolisian Polsek Cikarang Timur, telah diterjunkan untuk membantu warga yang tempat tinggalnya terendam banjir.

Sekertaris Desa Karangsari Jaya Marjaya mengatakan, kondisi banjir yang merendam ratusan rumah warga diakibatkan tingginya intensitas hujan dan juga meluapnya air dari kali yang memang berdekatan dengan pemukiman warga.

“Ada dua kampung di Desa Karangsari, Kampung Kalenderwak RT. 02 RW.02 dan Kampung Tobor RT. 02 RW 07 yang terdampak banjir, akibat meluapnya kali dan curah hujan yang tinggi,” ujar Jaya Marjaya Sekretaris Desa Karangsari.

Ketinggian air sambung Marjaya, mencapai satu meter lebih dan ada beberapa warga yang kami ungsikan di kantor desa atau beberapa lokasi yang lebih tinggi. “Dan itu untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” tambah Marjaya.

Saat ditanya apa yang dibutuhkan warga yang tempat tinggalnya masih terendam banjir, Marjaya mengungkapnya ada beberapa yang saat ini memang sangat di butuhkan warga, mengingat tempat tinggal warga masih terendam banjir 

“Saat ini yang dibutuhkan warga barupa bantuan logistik, selain itu di saat pandemic¬† warga masih sangat membutuhkan masker. Termasuk obat obatan, makanan dan minuman. Bukan hanya itu perahu karet juga perlu, untuk mengantisipasi apabila ada warga yang sakit. Karena masih banyak warga yang memilih bertahan dan tidak mengungsi,” pungkasnya.

(dim/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here