METRO CIKARANG – Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia (Aspekindo) mempertanyakan apa yang menjadi kendala Pemkab molor membayarkan pekerjaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bekasi. Sampai saat ini, para pengusaha konstruksi belum menerima pembayaran, padahal pekerjaan pembangunan infrastruktur telah selesai.

“Ya kami mempertanyakan apa sih kendalanya, molor terus? Bahkan ini terus terjadi setiap tahunnnya seperti ini,” kata Wakil Ketua Aspekindo, Abu Fitri Mu’min, ST.

Dia menilai, para pengusaha kontraktor local cukup menjerit dengan kondisi tersebut. Apalagi, masalah yang dihadapi kontraktor local yaitu memuat modal uang dalam setiap pekerjaan.

“Ya kontraktor ada yang pinjem dulu uangnya untuk pekerjaan, kalau belum dibayarkan sampai saat ini ya repot,” ujarnya.

Sementara itu, Pengurus Gabungan Pengusaha Kontruksi (Gapensi) Kabupaten Bekasi, Wijaya meminta agar Pemkab Bekasi segera membayarakan pekerjaan yang telah rampung pengerjaannya.

Sesuai kontrak kerja, Pemkab Bekasi selaku pemberi kerja wajib membayar penuh pekerjaan yang telah rampung dilaksanakan.

“Ini sekarang proyeknya beres tapi pembayarannya belum beres. Kalau dibilang rugi ya jelas rugi. Karena kalau kerjaannya tidak beres kami kena denda sedangkan kalau pembayarannya enggak beres, kami dapat kompensasi apa,” ujar Wijaya.
Banyak para kontraktor yang mengadukan permasalahan ini kepada Gapensi.

Termasuk dua proyek pekerjaan perusahaannya juga tidak kunjung dibayarkan, dua proyek itu yakni pengerjaan jalan lingkungan dengan anggaran masing-masing Rp 50 juta dan Rp 45 juta. Namun, setelah pekerjaan rampung, anggaran tersebut tak kunjung dapat dicairkan.

(zie/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here