Ida Farida, Kepala DPMD Kabupaten Bekasi

METRO CIKARANG – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak dimungkinkan tetap digelar. Diskusi antara pemerintah daerah dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyepakati gelaran itu pada 13 Desember 2020.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi, Ida Farida berharap pilkades untuk 16 desa tidak ditunda kembali.

“Jadi Tahapan-tahapan ini tentunya kalau proses pilkades-nya bisa berlangsung tahun 2020, maka pelantikan ke tahun depan. Kita estimasikan sekitar 9 Februari 2021,” ungkap dia kepada OnlineMetro.id, Rabu (19/8).

Meski proses pilkades kerap mundur, Ida secara lugas menjamin bahwa penyelenggaran pemerintahan desa tetap berjalan secara maksimal dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Karena yang kita utamakan bagaimana keselamatan warga masyarakat dan aspek layanan kepada seluruh masyarakat tetap berjalan,” tukas dia.

Disinggung anggaran, Ida mengakui dirinya telah berkoordinasi dengan Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi agar ada tambahan anggaran pada APBD Perubahan. Rencananya, biaya tambahan pilkades itu diperuntukan untuk protokol kesehatan pada pelaksanan pencoblosan maupun pengamanan ke kepolisian dan TNI.

“Ada kemungkinan ini akan dilaksanakan di satu dusun atau tingkat RW. Tentunya akan ada tambahan anggaran yang nanti kita sampaikan di ABT ,” imbuh dia.

Meski begitu, Ida tak menyebut berapa usulan tambahan angaran Pilkades serentak 13 Desember 2020 mendatang.

“Ya seharusnya memang ada tambahan anggaran seperti itu. Mau tidak mau ini akan berdampak ke semuanya,” ungkapnya.

(Jamil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here