ILUSTRASI

METRO CIKARANG – Langkanya pupuk subsidi membuat sejumlah petani kesulitan mendapatkan pupuk untuk tanaman padi setelah beberapa minggu tanam tandur.

“Sudah beberapa minggu ini sejak saya nandur, pupuk sulit dicari di pasaran. Sekalinya ada harganya tinggi dan bukan merupakan pupuk subsidi.” Ujar Suta, petani asal Kampung Gubug Desa Sukawijaya kecamatan Tambelang. Kepada Cikarang Ekspres, Selasa (1/9/2020).

Menurut Suta, masa pemupukan tanaman padi itu idealnya usia sepuluh hari sampai 20 hari atau serentak mengikuti petani lainnya. Supaya pertumbuhan berbarengan tidak mendahului atau ketinggalan untuk menjaga dan menghindari tanaman dari gangguan hama seperti tikus. 

“Idealnya masa pemupukan tanaman padi itu di usia 10 hari setelah tandur. Tapi, sampai sekarang saya belum mendapatkan pupuk padahal padi saya sudah masuk usia delapan hari. Ada juga tandura tetangga yang sudah berusia satu bulan belum dipupuk karena petani yang lainnya belum mendapatkan pupuk. Pemupukan serentak dengan yang adalah untuk menjaga tanaman dari hama seperti tikus,” paparnya.

Sementara itu, di kios pupuk untuk sekarang yang tersedia itu lebih banyak pupuk non subsidi yang harganya tentu jauh lebih tinggi dibandingkan harga pupuk subsidi pemerintah. 

“Kalau untuk pupuk subsidi jenis Urea yang sering digunakan petani disini kami sudah tidak jual, karena sudah ditarik pemerintah atau gimana gitu. Kami jual jenis lain non subsidi dan harganya memang lebih mahal dari urea subsidi,” jelas Intan.

(ade/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here