METRO CIKARANG – Perlahan Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi mulai menata potensi pariwisata lokal. Satu di antaranya Jembatan Gantung Atau Sasak Mare yang kini tampilannya dipercantik. 

Minggu (14/6), jajaran Badan Permusyawaratan Desa (BPD)  bersama Karang Taruna Desa Kertarahayu melakukan pengecetan ulang Sasak Mare. Warna dasar hijau dirubah menjadi warna-warni bak pelangi. 

“Kita memang sedang terus menggali potensi wisata lokal Desa Kertarahayu. Sasak Mare salah satunya yang menarik.  Di akhir pekan banyak pesepeda yang melewati jembatan gantung ini. Kita beri warna-warni jembatan ini terinpirasi dari jembatan gantung di wilayah lain,”kata Ketua BPD Kertarahayu, Dedi. 

Pengecatan jembatan gantung ini bekerja sama dengan salah satu perusahaan cat.  Dedi mengatakan pengecatan ini untuk menjaga keawetan dan mempercantik jembatan. 

“Sasak Mare ini penghubung antara Kecamatan Setu dan Kecamatan Serang Baru.  Secara fungsi memang untuk mobilitas penduduk. Sekarang banyak pesepeda melalui jalur ini,”tuturnya.

Dedi mengatakan saat ini Pemerintah Desa Kertarahayu tengah fokus menata pariwisata lokal, ada tiga titik yang bisa dijadikan destinasi wisata. 

“Tahun ini harusnya kita membuat kolam renang.  Namun akibat ada pandemi Covid-19 mengharuskan dana yang sudah dianggarkan dialihkan ke penangan Covid-19,”ucapnya. 

Dedi yakin kurun waktu tiga tahun wisata lokal Kertarahayu dapat dikenal luas, “Untuk menuju desa wisata tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah desa saja,  harus dibantu semua elemen masyarakat,”kata dia. 

Untuk diketahui jembatan gantung ini direnovasi pada awal tahun 2015 lalu yang awalnya hanya jembatan bambu saja. Jembatan gantung ini bisa dilewati sepeda motor. 

Seiring  berjalan waktu,  nama Sasak Mare mulai dikenal luas,  bahkan menjadi surga tersendiri bagi para pesepeda. Menuju Sasak Mare melalui Kertarahayu kita akan disuguhi hijaunya hamparan sawah yang menyedapkan mata. 

“Iya, saya sering sepedaan ke Sasak Mare,  karena spot fotonya bagus dan sekililing masih asri akan pesawahan.  Dengan dicatnya jembatan gantung ini,  saya yakin semakin banyak pengunjung,”kata Agung salah satu warga Desa Burangkeng,  Kecamatan Setu.

(Dimas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here