METRO CIKARANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi akan membentuk tim optimalisasi potensi asli pendapatan daerah (PAD). Sehingga PAD Kabupaten Bekasi tetap stabil.

“Di masa pandemi ini banyak sekali kegiatan fisik yang tidak bisa kita kerjakan. Kita berpikir agar PAD kita bertambah. Potensi apa saja yang bisa kita maksimalkan. Jadi menurut saya, harus dibentuk satu tim untuk optimalisasi PAD,” kata Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja, usai rapat evaluasi PAD, Selasa (3/11/2020).

Bupati Eka mengatakan, perbaikan kualitas pembangunan tetap harus diupayakan. Sinergitas antar dinas juga terus dilakukan dalam penerapannya.

“Ini barangkali perlu keterkaitan oleh dinas-dinas. Ini kan tidak bisa sendirian. Satpol-PP, PTSP juga Bapenda. Terkait reklame, nanti izinnya kemana? Nanti di lapangan siapa yang menindak. Kita akan sama-sama saling membantu mengambil peran,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Uju menuturkan, kebutuhan fiskal tiap tahun Kabupaten Bekasi terus bertambah. Perlu kerja keras bersama dengan mengoptimalkan banyaknya potensi menjadi real potensi.

“Objek pajak yang harus berizin, kalau belum dibayar tidak bisa diproses. Aplikasinya juga harus terus diupdate. Tidak hanya 2020 kita tercapai target, 2021 juga kita harus capai. Kita percepat ini,” katanya.

Lebih lanjut, Kepala Bapenda, Slamet Supriadi menyarankan agar melakukan intervensi terhadap proyek pelebaran jalan. Karena menurutnya, investasi muncul ketika ada pembangunan.

“Nantinya camat ditugasi untuk menggali potensi dan menginformasikan. Dalam jangka panjangnya, nanti kita akan buat kajian. Karena investasi akan muncul ketika ada pembangunan. Jadi harus intervensi terhadap proyek-proyek pelebaran jalan seperti di Tarumajaya,” ungkapnya.

(Yudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here