METRO CIKARANG -Pemerintah Desa (Pemdes) Mekarwangi, Cikarang Barat tetap “ngotot” melakukan relokasi Makam Mede meski penolakan dari warga semakin menguat. Bahkan pemdes pun menerjunkan tim pembebasan lahan.

Padahal, diduga kuat lahan Makam Mede itu diperuntukkan perluasan Kawasan Industri MM 2100. Pemdes pun dituding menujui relokasi itu dan mengklaim sudah mengantongi persetujuan warga.

Ketua Kepengurusan Makam Mede, Ustadz Khoeruddin Mengakui sudah mendapatkan informasi adanya tim pemindahan relokasi Makam Mede,”Memang sudah ada. Tapi kita kurang tahu mengenai tim tersebut. Informasi sudah ada,”kata dia.

Ia menegaskan meski demikian, warga sudah kompak menolak relokasi Makam Mede karena merupakan makam yang memiliki sejarah. Sebagai bentuk penolakan warga pun mengumpulkan tanda tangan dibanner dan swadaya membangun musholla.

“Ada yang setuju makam dipindahkan, silahkan. Yang jelas kami sepakat Makam Mede tidak boleh hilang dan harus dilestarikan,”ucap dia.

Ada sekitar, 825 ahli waris makam yang menolak direlokasi dari sekitar seribu makam yang ada,”Waktu itu ada pertemuan denga Kepala Desa, dan infonya ada 250 yang mendukung, silahkan. Yang penting mayoritas menolak,”paparnya.

Makam Mede memiliki luas sekitar 7200 meter. Makan ini merupakan makam sejarah. Ia mengatakan warga yang menolak rutin menggelar doa bersama di Makam Mede.

(dim/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here