METRO CIKARANG – Praktik penggalian tanah merah di Desa Kertarahayu mendapat penolakan keras dari warga setempat lantaran potensi kerusakan lingkungan hidupnya. 

Warga sempat memasang spanduk penolakan di Gapura Ontel, Jalan Cisaat, Desa Kertarahayu. Spanduk itu diketahui terpasang pada Minggu (5/7).

Galian C, begitu warga menyebutnya, telah berlangsung cukup lama di desa itu diduga kuat tidak mengantongi izin dari Pemerintah Daerah.

Kepala Desa Kertarahayu, Rudi Catur Pribadi menegaskan, pemerintah desa sudah tidak pernah memberikan izin apapun terhadap penggalian tanah sejak awal.

“Desa tidak pernah mengeluarkan izin satu pun terhadap galian tanah,” kata dia.

Sehingga galian yang berada di desa itu sejak 2014-an tidak pernah berizin dari pihak desa.

Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi, terdapat aktivitas penggalian di Ciloa. Terdapat 1 unit ekskavator dan lebih dari lima mobil pengangkut tanah.

Terlihat sebagian tanah sudah dikeruk cukup dalam. Belum jelas untuk di lokasi ini tanah dipasuk untuk proyek apa. Sebagian informasi menyebut tanah itu untuk urukan tol. 

Lokasi penggalian tanah berada di bagian dalam sehingga tak terlihat dari jalan raya. Warga setempat mengeluhkan keberadaan penggalian tanah itu. (dim/uzi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here