METRO CIKARANG – Pusat Informasi dan Koordinasi (PIK) Covid-19 Kabupaten Bekasi, mencatat hingga Selasa (31/3), ada 22 orang terpapar virus korona 3 di antaranya sembuh dan 4 lainnya meninggal dunia.

Sementara jumlah orang dalam pemantauan (ODP) tembus 732 dan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 141 orang. Namun dalam catatan tersebut tidak ada tambahan kasus positif baru di Kecamatan Setu.

Padahal Satgas Covid-19 di Desa Ciledug secara resmi mengumukan bahwa warga perumahan di  Desa Ciledug, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi yang berprofesi sebagai supir taksi online terinfeksi kasus korona.

Sepeti diutarakan Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi (PIK) Penanganan Covid – 19 Kabupaten Bekasi, dr. Alamsyah. Data terbaru masih 22 yang terpapar virus korona.

“Iya,  masyarakat jangan panik ya,” ujar dia saat dikonfirmasi, Rabu (1/4).

Namun begutu, Alamsyah tetap mengapresiasi, apa yang sudah dilakukan gugus tugas di desa yang bertindak cepat dalam penanganan, “Kewaspadaan yang dilakukan gugus tugas desa sudah benar,”katanya.

Ia meminta masyarakat tetap menerapkan pola hidup sehat dan tidak keluar rumah jika tidak ada urusan yang penting, “Masyarakat tetap social distancing. Isolasi ODP dan PDP memang seperti,”tuturnya.

Namun sayangnya, ia tidak menyebutkan secara merinci status warga yang diduga terpapar korona. Sebelumnya Wakil Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Desa Ciledug, Eras Rasidi membenarkan ada warga yang diduga terpapar korona.

“Betul, beliau bekerja sebagai supir taksi online. Dikonfirmasi positif dari Dr.Yuke lewat telepon ke Pa Kades senin siang. Sudah ditangani Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi,”kata Wakil Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Desa Ciledug, Eras Rasidi dikonfirmasi Selasa (31/3).

Eras mengatakan pihak desa sudah menginstrusikan warga di perumahan tersebut untuk memperketat akses  keluar masuk

Ia pun mengatakan untuk keluarga dan tetangga terdekat pasien dalam kebutuhan seharian menjadi tanggung jawab Pemdes Ciledug selama masa perketatan wilayah.

“Khusus keluarganya dab tertangga terdekat menjadi tanggung jawab pemdes. Sarapan dan makanan kebutuhan sehari-hari,”tuturnya.

Meski demikian, Eras meminta seluruh warga Desa Ciledug untuk tidak panik dan tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti anjuran pemerintah. Selain itu Eras menyebut pihak desa sudah melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan perumahan.

(Dimas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here