METRO CIKARANG – Pasar Setu, Kabupaten Bekasi Jawa Barat masih dipadati masyarakat pada H-1 Lebaran, Sabtu (23/5). Padahal,  saat ini Kabupaten Bekasi masih menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap 4 hingga 29 Mei 2020 mendatang.

Terlebih, sejumlah warga terlihat acuh tidak menggunakan masker termasuk cuci tangan di area depan pasar pun tidak dilakukan meski ada tangki air. Tidak terlihat ada satu pun petugas di tempat itu.

Saat dikonfirmasi, Kepala Satpol PP Setu, Hidayat Syarif, menjelaskan Pasar Setu termasuk wilayah Desa Telajung, Cikarang Barat. 

“Kemarin mah bagi-bagi nasi di situ. Nyumbang, sama di Pasar Serang, Taman Rahayu,” seloroh dia.

Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi, harga sejumlah komoditas naik, contohnya ayam pedagang dari Rp50.000 menjadi Rp75.000. 

Harga bawang naik menjadi Rp63.000 per kilogram, sementara kentang menjadi Rp20.000 per kilogram dari Rp12.000-an. 

“Iya,  datang untuk belanja kebutuhan pasar,  karena kalau dipasar kan lebih komplit nyarinya mulai daging dan lainnya.  Kalau ga ke pasar ga ada stok buat lebaran,”kata Yati salah satu warga Desa Cijengkol. 

Mayoritas warga yang datang dari Kecamatan Setu dan Cikarang Barat,  Yati mengaku tahu saat ini tengah ada PSBB untuk upaya meredam penyebaran virus korona. 

“Iya tahu,  tapi gimana,  kan lebaran harus tetap masak di rumah,  tukang sayur juga dah ga keliling,  kalau keliling juga ga komplit pasti ada aja kurangnya,”ungkapnya. 

(Dimas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here