800 Mobil Dipesan Sejumlah Rumah Sakit

METRO CIKARANG – Merebaknya kasus pandemi di tanah air membawa berkah tersendiri bagi para pekerja di Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi. Sejak beberapa bulan terakhir mereka kebanjiran pesanan merakit ambulans.

Kini setidaknya telah 800 mobil ambulans dipesan oleh sejumlah rumah sakit dan dinas kesehatan di seluruh Indonesia. “Paling jauh ke Papua dan ada juga daerah lain yang dikirim. Patut disyukuri ada hikmahnya,” ucap Project Manager PT Ambulance Pintar Indonesia, Ari Cukmara, Senin (28/9).

Ari mengaku, biasanya pesanan ambulans mencapai 500 unit per tahun. Namun, kini telah mencapai 800 unit padahal belum memasuki akhir tahun. “Jadi ya karyawan juga pada lembur soalnya banyak pesanan,” ucap Ari.

Ia mengaku menambah jumlah pegawai dari 40 orang menjadi 70 orang.“Berkahnya buat karyawan, yang kerja nambah karena pesanan juga nambah,” kata dia.

Tingginya jumlah pesanan mobil ambulans tidak lepas dari meroketnya jumlah terinfeksi covid-19. Seperti diketahui, angka penambahan kasus saat ini secara nasional telah menembus angka 4.000 kasus per hari.

Dengan jumlah tersebut, para petugas medis pun kewalahan menangani pasien. Apalagi setiap hari tidak sedikit pasien yang harus dijemput di kediamannya untuk menjalani isolasi terpusat. Kondisi ini yang membuat banyak rumah sakit dan dinas kesehatan yang tidak hanya kekurangan petugas medis namun juga armada.

“Ya karena memang dibutuhkan, dipesan dan minta dipercepat juga. Maka kami juga bekerja keras ini,” kata dia.

Untuk merakit satu mobil ambulans, kata Ari, dibutuhkan waktu antara dua pekan sampai 60 hari tergantung spesifikasi yang dipesan. “Kalau yang standar ya bisa cepat, kalau yang mungkin full spesifikasi ya kan harus nunggu alatnya dulu. Biasanya impor,” ujar dia.

Pesanan ambulans ini, kata dia, diserahkan ke pemesan. Ada yang memiliki mobil kemudian dirakit menjadi ambulance, ada pula yang memesan secara komplit mulai dari unit mobilnya sampai biaya perakitan.

Harga ambulans rakitan perusahaannya berkisar antara Rp 290 juta hingga Rp 3 miliar. “Harga itu sudah sama unit mobilnya. Kalau yang Rp 290 juta biasanya ambulans transportasi, biasanya mobilnya APV atau grandmax. Isinya ya standar seperti tabung oksigen, lemari dan kebutuhan pasien lainnya,” ucap dia.

Sedangkan ambulans seharga Rp 3 miliar memiliki spesifikasi lebih komplit. “Masih kaya tabung oksigen dan lain-lain cuma mereknya lebih bagus, biasanya impor dari eropa. Mobilnya juga besar, bahkan pernah ada bis,” ucap dia.

Namun, kata Ari, ada sedikit perbedaan antara ambulans biasa dan yang khusus covid-19. Ambulans yang khusus digunakan untuk pasien covid-19 memiliki isolator tersendiri. “Harganya memang beda juga karena ada alatnya lagi,” ucap dia.

Meski pesanannya tengah meningkat, rupanya Ari tidak ingin pandemi covid-19 berlanjut. Dia berharap kondisi ini segera berakhir karena meski menguntungkan dirinya namun tidak sedikit yang merugi.

“Ya walaupun ramai pesanan tapi ya harapan saya covid-19 segera berakhir. Memang ada yang diuntungkan tapi banyak juga yang dirugikan. Semoga ambulans-ambulans ini juga bisa membantu menekan jumlah kasus covid-19 ini,” tandasnya.

(har/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here