METRO CIKARANG-Anggota Komisi x DPR-RI Obon Tabroni menanam ratusan pohon di Makam Mede, Desa Mekarwangi. Penanaman ini sebagai bentuk dukungan Politisi Gerindra ini kepada warga yang menolak relokasi makam.

Obon mengajak komunitas #savekalicikarang dan Ormas Oi Kabupaten Bekasi untuk turut serta menananam ratusan pohon di Makam yang direncanakan bakal direlokasi untuk kepentingan perluasan kawasan industri pabrik oleh PT Bekasi Fajar.

“Pertama kita pohon ini, dalam rangka hari penanaman satu juta pohon, kenapa lokasi di Makam Mede?. Selain ketersediaan lahan, disini warga juga sedang berjuang untuk menolak relokasi makam. Karena disini ada unsur budaya,”kata Obon.

Obon mengaku warga yang tidak setuju relokasi makam sudah mengadu kepada dirinya. Ia menegaskan mendukung warga untuk berjuang menolak relokasi..

“Kalau relokasi makam untuk keperluan proyek nasional, mungkin tidak masalah. Tapi kalau untuk pabrik. Pabrik kan bisa dimana saja, ga harus dimakam. Kita mendukung perjuangan warga,”paparnya.

Obon meminta pihak terkait baik perusahaan, pemerintah desa dan warga untuk menyelesaikan permasalahan secara musyawarah mufakat.

“Pesan saya, ini harus dikomunikasikan dengan baik-baik. Yang pasti saya mendukung perjuangan warga untuk mempertahankan makam Mede,”paparnya.

Diketahui, rencana relokasi digulirkan oleh Pemerintah Desa Mekarwangi. Perluasan untuk PT Yasunli di kawasan MM2100. Makam tersebut sudah ada sebelum Desa Mekarwangi ada.

Ketua Penolakan Relokasi Makam Mede, Tubagus Khoerudin memastikan mayoritas ahli waris yang jenazah dimakamkan menolak rencana relokasi.

“Padahal terkait hal itu bahwa kami mayoritas sebagai warga ahli waris kami semua menolak dengan dasar ini adalah makam sejarah leluhur dan sudah ada sejak lama sebelum Mekarwangi itu ada,” ucapnya.

“Informasi bahwa akan direlokasi oleh pihak perusahaan PT Bekasi Fajar, dengan itu kami mengadu dan berharap dewan selaku wakil rakyat dapat membantu kami agar dapat mempertahankan kelestarian Makam Mede, juga berharap adanya perlindungan dan arahan seperti apa,”paparnya.

Ketua Ormas Oi Kabupaten Bekasi, Abdul Rohman menegaskan pemdes seharusnya mendukung warga bukan membela perusahaan. “Pemdes harus mengeluarkan surat pembatalan relokasi, jangan ini malah membela perusahaan. Ahli Waris mayoritas menolak. Kenapa malah bela perusahaan? ” pungkasnya.

(dim/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here