Obon Tabroni

METRO CIKARANG – Buntut dari pemecatan puluhan karyawan PT Hotmal Jaya Perkasa (HJP)  mendapat kecaman dari Anggota Komisi IX DPR-RI,  Obon Tabroni.  Politisi Gerindra itu meminta pihak perusahaan tidak seenaknya memberhentikan pekerja. 

Obon mengatakan, pemberhentian karyawan harus melalui perundingan tidak bisa dilakukan secara sepihak. “Pengusaha jangan macam-macam, semua ada aturan. Jangan main-main, Indonesia ada aturan, jangan semau-maunya, kita juga bisa,” kata Obon dikonfirmasi awak media.

Obon menjelaskan, meski perusahaan beralasan melakukan efisiensi akibat pandemi covid-19 tidak serta merta seenaknya memberhentikan pekerja. “Pandemi jangan jadi alasan perusahaan seenaknya.  Walau efisiensi harus tetap prosedur,” tegasnya. 

Sekretaris Konsulat Cabang (KC) FSPMI,  Suparno mengatakan perusahaan sudah berupaya melakukan pemberangusan serikat. Hal ini terbukti dari diberhentikan tujuh pengurus inti Pimpinan Unit Kerja (PUK)  SPAMK FSPMI. 

“Yang di PHK itu semuanya adalah FSPMI. Didalam masih ada yang bekerja sekitar 108 orang. Perusahaan melakukan union busting dan PHK sewenang-wenang,  kita akan adakan unras tanggal 28-29 Juli,” kata Parno. 

Parno mengatakan FSPMI sudah melakukan koordinasi dengan anggota. Sekitar lima ribu anggota akan turut serta dalam unras mendatang. 

“Kita akan lakukan aksi besar, apapun resikonya pimpinan cabang melalui konsulat cabang yang nanggung. Instruksi sudah kita sebar,” tegas dia. 

Menurut dia, jika pemberangusan serikat dan PHK sepihak dibiarkan perusahaan bakal seenaknya dengan karyawan, “Hal ini akan menular jika dibiarkan. Teman-teman PUK tidak minta muluk-muluk, tidak mau robohin pabrik.  Hanya ingin diskusi soal pemotongan upah,” katanya. 

Sebelumnya diberitakan Ketua PUK SPAMK FSPMI PT Hotmal Metal Jaya Eko mengatakan sebanyak 60 karyawan diberhentikan secara sepihak oleh manajemen.  Mayoritas merupakan anggota serikat beserta semua pengurus serikat. 

“Tanggal 13 Juli yang shift satu beberapa karyawan tidak boleh masuk oleh security.  Security megang list nama yang ga boleh masuk. Sorenya muncul pengumuman daftar nama yang di PHK,” kata dia ditemui di Polres Metro Bekasi, Rabu (15/7).

(dim) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here