SEMUA DITINDAK: Kapolsek, Camat dan Satpol-PP Cikarang Selatan menindak pengusaha warnet yang melebihi jam operasional dan menimbulkan banyak kerumunan massa. foto: ALMU JAMIL/CIKARANG EKSPRES

METRO CIKARANG – Kasus Covid-19 di tiga kecamatan mengalami kenaikan, satu diantaranya Kecamatan Cikarang Selatan. Untuk itu Pemerintah Kecamatan Cikarang Selatan, Polsek, TNI dan Satpol-PP gencar lakukan Operasi Yustisi.

Sabtu malam (23/1/21), Kapolsek Cikarang Selatan Sutriesno memimpin operasi yustisi di Meikarta dan di Cikarang Festival (Cifes) Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan.

Sasarannya menutup toko atau warung yang di duga menimbulkan kerumunan massa di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) serta membubarkan massa yang sedang berkumpul.

Kapolsek Cikarang Selatan Sutriesno mengatakan, dalam operasi kali ini mengedepankan tata cara persuasif,  mengharapkan peran serta dari pada pengelola tempat-tempat berkumpulnya masyarakat ini untuk mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19.

” Jadi, kalaupun kita datang ke tempat ini, kita mengimbau segera membubarkan kerumunan yang ada, juga kepada pengelola kita wajibkan untuk terus berpatisipasi aktif supaya penyebaran Covid-19 ini segera berakhir,” kata Kapolsek kepada Cikarang Ekspres usai operasi yustisi (23/1/2021).

Namun begitu, Kapolsek juga tetap memberikan ruang kepada mereka tetap berusaha atau berjualan, tapi juga harus tetap menjaga jam operasional dari pada tempat-tempat yang memang yang sudah di atur dengan peraturan pak Bupati.

Dalam operasi yustisi kali ini, Kapolsek menilai, masih perlu imbauan yang terus menerus supaya masyarakat ini semakin paham terhadap Prokes Covid-19.

” Karena memang masih ada beberapa masyarakat yang salah memahami, sehingga dalam kesempatan ini terus kita sosialisasikan supaya yang memahami dengan aturan ini semakin banyak dan semakin tertib,”ujarnya.

Kapolsek berharap dengan terus dilakukan operasi yustisi ini, kesadaran masyarakat akan Prokes meningkat. sehingga semua pihak berpartisipasi mencegah penyebaran Covid-19.

Sebelumnya, Dalam operasi yustisi yang di lakukan di Gerbang Utama Kawasan Hyundai  Senin (18/1/21), 37 orang terjaring, mereka yang terjaring langsung di berikan arahan soal Prokes, dan di kenakan sanksi sosial berupa push up, menyanyikan lagu Indonesia raya dan lain-lain.

Camat Cikarang Selatan Agus Dahlan mengatakan, operasi yustisi ini di lakukan selama penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Bekasi dari tanggal 16 sampai dengan 25 Januari.

“Mudah-mudahan dengan adanya operasi yustisi seperti ini ada kesadaran yang tumbuh dari masyarakat,” kata Agus kepada Cikarang Ekspres.

Selain itu, Camat beserta Polsek Cikarang Selatan berkunjung ke pasar Central Lippo Cikarang. Dalam kunjungan tersebut terkait prokes yang diterapkan di Pasar Central.

“Bagaimanapun juga pasar ini pusat ekonomi masyarakat yang rentan terhadap penularan Covid-19, terhadap para pedagang maupun pembeli,” ujarnya.

“Bagaimanapun juga Covid-19 ini harus tetap kita atasi, tapi ekonomi masyarakatpun jangan sampai terganggu,” tandasnya.

(mil/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here