METRO CIKARANG – Istilah normal baru membuat sebagian warga terbuai dengan kehidupan normal seperti sebelum pandemi Covid-19 merebak. Sebagian warga terjebak dan terlena pada kehidupan normal palsu yang justru menjadi petaka dengan semakin meningkatnya kasus positif Covid-19.

Peningkatan kasus nyaris terjadi di semua daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Bekasi. Lonjakan jumlah pasien juga terjadi di Kabupaten Bekasi. 

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, dr. Alamsyah mencatat ada 41 perusahaan yang terpapar Covid 19 di Kabupaten Bekasi. 

“Ya sebanyak 41 perusahaan data yang kami miliki yang terpapar covid 19,” tutur dia kepada Cikarang Ekspres (Onlinemetro.id group), Selasa (15/9).

Ia menerangkan dari 41 perusahaan total keseluruhan 608 karyawan yang terpapar covid-19. Gugus tugas pun terus melakukan langkah-langkah pencegahan terjadinya Covid-19 di kluster industri ini. 

“Sudah disampaikan beberapa waktu lalu, kami lakukan langkah pemeriksaan, pengetatan protokol kesehatan dan pencegahan lainnya,” tandasnya.

Sebelumnya diketahui, puluhan perusahaan telah ditemukan kasus covid-19. Di mana, terbanyak berada di kawasan MM 2100, Deltamas dan Jababeka. 

Hal itu diperkuat dengan pernyataan Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan saat mengunjungi Pabrik Baja Logam Tata Group di Jalan Meranti III, Nomor 8, Kawasan Delta Silicon I, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cikarang Selatan, Senin (14/9).

Menurut dia, wilayah Kabupaten Bekasi sendiri ada 50 lebih perusahaan yang mengonfirmasi ada temuan kasus Covid-19, dengan jumlah total pekerja yang positif mencapai hampir 400.

“Jadi saya ke sini dalam rangka undangan Tata Logam meninjau kegiatan produksi pabrik sekaligus melihat protokol covid. Tata Logam Group ini ada beberapa pabrik, saat ini belum ada kasus covid-19, zero case covid-19,” kata Hendra. 

Untuk Tata Logam Group sendiri,  sambung dia, pihak perusahaan langsung melakukan langkah saat awal diumumkan kasus pertama Covid-19 di Indonesia. Perusahaan membentuk gugus tugas dan menerapkan protokol.

“Jadi langkah awal cepat ya, protokolnya juga diterapkan lengkap ya. Mulai dari awal pegawai itu bekerja sudah dilakukan pengawasan kemudian di area pabrik, dan area yang berpotensi penyebaran,” jelas Hendra.

Perusahaan benar-benar menerapkan sosial distancing dan physical distancing, baik di area kerja, hingga ke kantin maupun tempat ibadah.

“Terus rutin lakukan penyemprotan disinfektan di area-area banyak orang seperti di kantin, tempat ibadah, pos keamanan,” bilang dia.

Hendra juga menyebut perusahaan melakukan pengawasan pekerja baik di perusahaan maupun di luar. Seperti adanya catatan buku harian.

“Itu ternyata perusahaan sudah terapkan buku harian dari awal. Jadi dari awal masuk sampai dia kembali pulang dilakukan pengawasan, di rumah juga jadi pekerja ini sangat sulit melanggar,” pungkas dia.

(Haripan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here