**SGC Ditutup Sampai PSBB Berakhir Karena Lamggar

METRO CIKARANG – Sentra Grosir Cikarang (SGC) resmi ditutup paksa Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi. Penutupan buntut dari membeludaknya pengunjung mal itu pada Minggu (17/5) kemarin di tengah penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap 3.

“Ya penutupan (SGC,red) ini bentuk dari sanksi,” kata Jubir Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah saat dikonfirmasi, Senin (18/5).

Diketahui bahwa pada Minggu kemarin, pengunjung mal SGC di Jalan RE Martadinata, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi membeludak. Pengunjung di luar yang menunggu giliran masuk lebih banyak dibandingkan yang berada di dalam. Sebagian besar pengunjung berburu kebutuhan lebaran.

Menurut dia, penutupan mal tertua di Cikarang, Kabupaten Bekasi tersebut berlangsung hingga PSBB selesai pada 26 Mei. “Kemungkinan penutupan sampai PSBB selesai,” tukas dia.

Alamsyah melanjutkan, selama dua pekan terakhir peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi cenderung landai. Bahkan untuk pasien positif yang sembuh pada pekan ini mencapai angka tertinggi dengan 15 orang sembuh dalam seminggu.

“Yang harus kita waspadai adalah konsentrasi massa jelang lebaran di pusat-pusat perbelanjaan, saat Idul Fitri karena berdasarkan edaran MUI yang memperbolehkan salat Id di Masjid dan tanah lapang dengan prosedur Covid-19. Maka petugas harus ekstra mengawasi agar tidak terjadi kluster-kluster baru,” ujar Alamsyah.

Sekretaris Dinas Kesehatan itu menambahkan saat ini pihaknya terus mengawasi kluster-kluster yang berasal dari tenaga medis baik yang tugas di Kabupaten Bekasi maupun  di luar seperti di Jakarta atau Kota Bekasi.

“Untuk kluster Denso dan kluster Papua sudah bisa kita kendalikan bahkan sudah ada yang selesai atau sembuh,”terang Alamsyah.

Sementara itu, Kapolresta Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan yang juga Wakil Gugus Tugas Civid-19 Kabupaten Bekasi meminta kepada sejumlah dinas terkait untuk memperketat konsentrasi massa ditempat-tempat umum terutama di pasar dan pusat perbelanjaan.

“Kita pantau terus, apalagi jelang lebaran warga pasti memadati tempat-tempat perbelanjaan baik Pasar Tradisiional maupun mal-mal. Maka kita harus mengawasi serta memperketat supaya tidak ada kasus baru,” ujarnya saat memimpin  video conference penyampaian hasil vicon Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jabar lansung dari kantornya di Mapolresta Metro Bekasi, pada Senin (18/5)

Hendra melanjutkan pengetatan konsentrasi massa ditempat-tempat umum sangat penting ditempuh agar virus korona tidak menyebar dan membuat kluster baru, karena kurvanya sudah mulai cenderung menurun dalam beberapa hari terakhir .

“Kalau dapat dipertahankan dengan baik, penanganan covid-19 ini akan terus semakin baik, dan wabah diakhiri. Saya tegaskan akan mengawasi dan menertibkan potensi penyebaran atau kluster baru virus korona, ” katanya.

Terpisah, Tokoh masyarakat Kabupaten Bekasi, Damin Sada menyebut PSBB hanya status, sementara masyarakat berbondong-bondong menyerbu malm

“PSBB hanya bohongan, buktinya apa? ini ada ribuan sepeda motor parkir di jalanan karena di dalam mal penuh. Kalau ada 2000 motor, berarti ada 4.000 orang berkumpul di sini. Di mana PSBB di Bekasi, omong kosong itu,” kata Damin Sada.

(Haripan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here