Budiyanto Lempar Bola Panas ke Bupati Eka hingga Salahkan Wali Kota Rahmat Effendi

METRO CIKARANG – Sengkarut pengangkatan Dirut PDAM Tirta Bhagasasi, Usep Rahman Salim (URS), makin panas. 

Aksi mahasiswa yang tergabung Aliansi Dua Warna, yakin perpanjangan dirut URS diduga ada main mata dengan Komisi 1 DPRD Kabupaten Bekasi, yang berujung dugaan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN). 

Sebab, ketika perwakilan mahasiswa yang diterima Komisi 1 ‘disusupi’ Kabag Perekonomian Bekasi, Gatot Purnomo yang mem-backup Ani Rukmini dan koleganya. 

Koordinator Aksi dari GMNI Rendi menyebutkan bahwa alotnya pembukaan SK perpanjangan URS lantaran Komisi 1 mengulur-ulur dengan fokus bahas mekanisme perpanjangan dirut.

“Mudah-mudahan Ketua Komisi 1 dan koleganya tidak kembung minum air dari PDAM. Karena mengaku prestasi Usep sebagai Dirut, sangat bagus,” kata dia kepada wartawan, kemarin.

Rendi juga sangat menyayangkan pernyataan dari Anggota Komisi 1, Budiyanto yang menyarankan untuk demo Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja dan membawa kandidat calon pengganti URS. 

“Ya kan seharusnya DPRD sebagai fungsi pengawasan eksekutif, seharusnya objektif untuk kepentingan masyarakat,” tukasnya.

Sementara itu, Koordinator Aksi dari PMII, Ade Suparman mengaku sangat kecewa dengan Komisi 1 DPRD Kabupaten Bekasi, atas kinerjanya yang tidak mengevaluasi PDAM Tirta Bhagasasi. Apalagi, memiliki alasan dan melempar permasalahan ke bupati.

“Tadi terkait hasil audiensi, kita sangat kecewa dengan adanya pengangkatan beliau (Usep sebagai Dirut PDAM, red) kembali. Tetapi, justru Komisi 1 tidak peduli dengan persoalan yang ada,” kata Ade.

Untuk langkah kedepan, Ade Suparman akan mendesak bupati, untuk mengevaluasi kembali pengangkatan tersebut. Tentunya dari berbagai pertimbangan sebagainya.

“Kita juga kecewa terhadap Komisi 1 DPRD Kabupaten Bekasi, mereka hanya berdalih tidak dilibatkan dalam terpilihnya Usep sebagai Dirut PDAM TB,” ucapnya.

Ade menambahkan hasil audensi juga seolah menyalahkan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi yang juga tidak mau melakukan pemisahan aset PDAM Tirta Bhagasasi.

“Padahal yang kami tuntut ke Komisi 1 untuk keterbukaan dan menginginkan DPRD Kabupaten Bekasi, agar mengevaluasi Usep sebagai Dirut. Bukan menyalahkan Pemkot Bekasi atau wali kota,” ujarnya.

Sementara itu, Budiyanto menyarankan, agar mahasiswa mendesak bupati Bekasi, untuk mencabut SK pengangkatan URS sebagai dirut PDAM, bila dianggap tidak sesuai, atau ada pelanggaran peraturan yang disampaikan oleh mahasiswa.

“Kalau kalian (mahasiswa) punya energi datangi Bupati, kalau menurut kalian Usep tidak bagus, tuntut si usep di berhentikan kalau memang tidak bagus,” tegas Budiyanto di hadapan mahasiswa.

Ia pun menjelaskan kepada mahasiswa aksi, bahwa selama ini Kabupaten Bekasi dirugikan oleh Kota Bekasi, soal bagi hasil pendapatan PDAM Tirta Bhagasasi. Padahal, kata dia, Kabupaten Bekasi secara saham memiliki 85 persen, dan Kota Bekasi 15 persen, secara mayoritas Kabupaten Bekasi pemilik saham terbesar.

“Kontek perseroan terbatas kita (Kabupaten Bekasi), sebagai pemegang saham mayoritas. Tapi pada saat pembagian hasil setengah setengah, tolol kita terus diperalat Kota Bekasi,” tegas Budiyanto. 

Ketua Komisi I Ani Rukmini pun angkat suara terkait polemik perpanjanhan URS. Ia meminta penjelasan mana peryataannya yang bikin gaduh. 

“Jadi begini kalau saya statmen itu kewajiban  saya sampaikan informasi sebagai tanggung jawab publik dan transparansi publik sekarang ini,” kata dia kepada Cikarang Ekspres.

Meski begitu, Ani tetap mengapresiasi aksi mahasiswa yang mana tanggung jawab menjalankan Tri Dharma perguruan tinggi.

“Mahasiswa harus membela, peka dan peduli. Mahasiswa  juga harus paham dalam pergerakan,  sertaharus punya pemahaman yang utuh,” pungkas dia.

Ani menilai pengangkatan dirut PDAM Tirta Bhagasasi sesuai perda dan kepala daerah selaku Keterwakilan Pemilik Modal (KPM).

“Pengangkatan direktur umum PDAM  berbentuk Surat Keputusan (SK) dan sifatnya bisa di evaluasi serta ada kontrak kinerja. Misalnya selama kontrak kinerja itu apa aja yang harus diselesaikan oleh direktur utama PDAM,” pungkasnya.

(jio/uzi/mil/shl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here