Diduga Jadi Tempat Pencucian Uang

METRO CIKARANG – Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) bakal melaporkan dugaan korupsi PDAM Tirta Bhagasasi, yang diduga telah berlangsung sejak 2014 ke Kejagung RI, terkait perjanjian PKS, Audit Keuangan internal dan Audit Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP BPK).

Koordinator LAMI, Suganda mengatakan, dugaan korupsi yang dilakukan PDAM Tirta Bhagasasi dibawah kepemimpinan Usep Rahman Salim, mencapai puluhan Miliar. Indikasi kuat terhadap dugaan tindak pidana korupsi, sangat merugikan masyarakat Kabupaten Bekasi.

“Dalam waktu dekat ini akan kami laporkan. Apalagi, surat konfirmasi kami tidak di gubris. Ini yang menyebabkan kejanggalan,” kata Suganda kepada wartawan.

Dikatakan Suganda, dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang terjadi pada 2014 lalu, antara PDAM Tirta Bhagasasi dengan Bank Tabungan Negara cabang Bekasi, PDAM menyimpankan uang milliar dalam bentuk Giro sebesar Rp18,4 Miliar.

Dalam perjanjian tersebut, PDAM mendapatkan bunga 2% persen setiap bulannya, selama tiga tahun kontrak berjalan. Selain itu, PDAM mendapatkan 1 unit mobil Honda Accord, 1 unit truk tangki yang tertera dalam Perjanjian Kerja Sama tersebut.

“PKS terjadi pada tahun 2014 sampai 2017, dan sampai saat ini telah di per panjang hingga 2020,” jelasnya.

“Kami juga juga tidak mengabaikan Azad praduga tak bersalah. Biarlah penegak hukum yang menindaklanjuti bersalah atau tidaknya,” tambah dia.

Perlu diketahui, informasi yang didapat, dalam laporan keuangan milik PDAM Tirta Bhagasasi. lanjut dia, per 31 Desember 2016 dan 2017, dengan nomor rekening 00016-01-40-00-8563-7 jumlah Deposito yang termasuk setara kas hanya sebesar 1 Miliar.

Selain itu, rincian pada saldo Bank BTN per 31 Desember 2017 hanya sebesar Rp.269.119.037.00. Per 31 Desember 2017 rincian saldo Bank BTN sebesar Rp.2.057.514.430.45.

Apalagi, saldo 18,4 Miliar dan bunga 2% yang didapat setiap bulan dari Bank BTN, jika di akumulasi bunga 2% setiap bulannya dari Rp18,4 Miliar selama tiga tahun sampai 2017 mencapai Rp13,2 Miliar. Ditambah Rp18,4 Miliar totalnya mencapai Rp31,6 Miliar.

Selain audit keuangan milik PDAM yang dalam hasil audit LHP BPK per 31 Desember 2014, PDAM Tirta Bhagasasi mendapatkan kucuran dana Penyertaan Modal dari Pemerintah Kota Bekasi sebesar Rp50,6 Miliar.

Penyertaan modal dari Pemkot Bekasi terhadap PDAM Tirta Bhagasasi tahun 2014, tidak memiliki aspek legalitas, atau belum ditetapkan dalam Peraturan Daerah.

Dalam hal ini, ada dugaan uang yang disimpan di Bank BTN sebesar Rp18,4 Miliar, bersumber dari penyertaan modal Pemkot Bekasi ke PDAM Tirta Bhagasasi.

(jio)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here