METRO SUBANG – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat, Hening Widiatmoko, kunjungi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang, Rabu (17/6).

Rombongan yang disambut langsung Bupati Subang H. Ruhimat ini dalam rangka kolaborasi pendapatan pajak daerah.

Orang nomor satu di Kabupaten Subang ini serahkan secara simbolis SK Petugas Intensifikasi Kolaboratif. Yakni, Ketua BUMDes Sari Binangkit Palasari Kecamatan Ciater, Nana Mulyana:
Ketua BUMDes Gurat Bumi Desa Cibogo Kecamatan Cibogo, Ujang Tatang dan Ketua BUMDes Dukuh Mulia Desa Dukuh Kecamatan Ciasem Ahmad Tajudin.

Kang Jimat -sapaan karib Ruhimat- mengapresiasi Bapenda Jabar yang telah mengeluarkan inovasinya dalam optimalisasi pengelolaan pajak provinsi. “Inovasi yang sangat luar biasa dan menarik perhatian seperti Zonita Pamor, Sidakep Ngopak dan Pemberdayaan BUMDes,” ungkap dia.

Terkait realisasi penerimaan bagi hasil pajak provinsi, Kang Jimat mengaku telah menginstruksikan kepada Bapenda Subang agar terus berkolaborasi dengan Bapenda Jabar. Sehingga target pajak provinsi di Kabupaten Subang bisa tercapai.

Sementara itu, Kepala Bapenda Jabar Hening menuturkan  banyak inovasi yang muncul di wilayah Kabupaten Subang. “Tentu ini bisa terjadi karena adanya komitmen baik dari kepala daerah,” ucap dia.

Adapun inovasi dari Subang jawara untuk Jabar jawara diantaranya adalah inovasi zonita pamor yaitu zona integritas taat pajak kendaraan bermotor yaitu monitoring kepatuhan pajak kendaraan bermotor ASN Pemkab Subang beserta keluarga.

Selanjutnya ada Sidakep atau sistem informasi data kendaraan pemerintah yaitu pemetaan unit kerja penggunaan kendaraan dinas, asistensi kebutuhan anggaran pajak dan monitoring kepatuhan pajak kendaraan dinas

Inovasi selanjutnya ialah pemberdayaan BUMDes  sebagai PPOB PKB dari PBB sebagai mitra kegiatan penelusuran KTMDU dan updating objek PBB sekaligus pusat layanan konsultasi pajak masyarakat

“Ada inovasi intensifikasi kolaboratif PKB PBB yaitu updating data objek pajak PBB bagi pemilik KTMDU dan penyampaian riwayat data penagihan tunggakan PBB bagi pemilik KTMDU,” jelas dia.

Kemudian, KM 0 taat pajak merupakan langkah-langkah untuk meningkatkan ketaatan pajak dengan cara  membangun data potensi PKB dan PBB berbasis desa, NGOPAK atau ngobrol pajak merupakan sosialisasi dan penyuluhan pajak PKB PBB pada Minggon Desa.

“Edukasi manajemen keuangan pajak bagi masyarakat desa melalui program status aku satu keluarga satu tabungan melalui BUMDes. Dan Sistem peringatan dini jatuh tempo pajak melalui peran serta perangkat desa,” urainya.

(Jiovano)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here