METRO CIKARANG – Kontak Tani dan Nelayan Andalan bakal menggelar rempug ditingkat pengurus kecamatan. Hasil dari rempug itu akan dibahas ditingkat kabupaten dan akan menghasilkan program KTNA disisa masa tahun ini.

Namun, program KTNA belum sepenuhnya mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah. Apalagi menyoal anggaran, sampai saat ini anggaran yang disiapkan belum dicairkan.

“Program KTNA banyak namun belum ada anggaran untuk menjalankan program tersebut dari pemerintah daerah sampai saat ini,” kata anggota KTNA Kabupaten Bekasi, Samsuri.

Ketua KTNA Kabupaten Bekasi, Darissalam menyindir jika anggaran pertanian sebesar Rp 25 miliar masih jauh dari harapan. Sebab, luas lahan pertanian di Kabupaten Bekasi masih cukup besar dan jumlah petani cukup tinggi mencapai 70 persen.

Bahkan, katanya, anggaran sektor pertanian sangat kecil jika dibanding PAD Kabupaten Bekasi yang mencapai kurang lebih Rp 6 triliun.

“Infrastruktur banyak yang rusak seperti alat pertanian,” jelasnya.

Dari sisi penyerapan anggaran untuk program pertanian, kata Daris, pertahun bisa mencapai 80 persen. Tapi sayang penyerapan tersebut tidak dibareng dengan peningkatan anggaran alias stagnan.

“Seharusnya ya pertanian itu diprioritaskan. Apalagi sector pangan menjadi tulang punggung perekonomian di masa pandemic ini, kami belum pernah menerima bantuan, tetapi insyaallah tahun depan ada,” tandasnya.

(uzi/hyt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here