METRO CIKARANG – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bekasi melakukan sistem kerja bersama antara OPD dengan masyarakat. Di mana pada pandemi Covid-19 ini sistem kependudukan dilakukan secara online melalui website pemerintah yakni www.esiakbekasikab.go.id.

Satu di antaranya, dari pendaftaran, upload hingga cetak dokumen kependudukan pada kertas HVS dilakukan oleh masyarakat sendiri.

Cara sangat mudah cukup dengan menggunakan email nomor telepon dan daftar melalui website yang sudah disediakan. Pasalnya, hal itu suda diatur pada Peraturan Pemerintah Dalam Negeri (Permendagri) nomor 109.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Bekasi, Hudaya mengungkapkan, layanan kependudukan secara online selain mencegah penyebaran virus korona juga mencegah adanya pungli dan calo. 

“Ini sudah diatur dalam Perpres nomor 96 tahun 2018 tentang persyaratan dan tata cara pendaftatan penduduk dan catatan sipil. Sekarang sedang disosialisasikan, karena tidak semua masyarakat punya HP dan bisa mengakses IT,” ujarnya. 

Selain secara online, sambung Hudaya,  persyaratan kependudukan sekarang pun dipermudah. Misal pada sebelumnya persyaratan kependudukan harus disertai pengantar dari RT RW, kini hal itu sudah ditiadakan dan bisa langsung ke Disdukcapil atau secara online. 

Dengan penerapan ini sehingga tidak ada lagi masyarakat yang tidak memiliki dokumen.
Adapun untuk layanan KTP dan KIA, dilakukan secara offline melalui nomor whatsapp yang disediakan disdukcapil maupun datang untuk pengambilan KTP. 

Dokumen persyaratan pun cukup di scan oleh pembuat dokumen dan dikirim melalui whatsapp Disdukcapil. Sehingga masyarakat yang datant ke Disdukcapil hanya untuk pengambilan saja,  jadi masyarakat tidak berkrumun mengantri mencegah virus covid-19. 

Sementara itu,  Sekretaris Disdukcapil Kabupaten Bekasi, Bambang menambahkan,  sementara ini tiga mobil layanan keliling kependudukan tidak beroperasi diakibatkan pandemi. Menurutnya,  mobil keliling ini sangat penting karena tidak semua masyarakat punya akses untuk menjemput bola. 

Maka dari itu,  pada bulan ini dan paling lambat bulan September 2020 rencananya mobil keliling ini akan mulai beroperasi kembali. 
Sebab blanko KTP kini sudah bisa terpenuhi dalam setiap bulannya,  tidak seperti dahulu blanko terbatas. 

Tercatat,  akte kelahiran 0-18 target nasional 92 persen dari jumlah penduduk.  Sementara saat ini di Kabupten Bekasi baeu 89 persen pencapaiannya.

“Layanan ini berhenti dari Maret hingga sekarang. Nanti setelah kita zona hijau,  kita akan lakukan jemput bola lagi,” tutupnya.

(Yudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here