METRO CIKARANG – Kawasan industri yang menjadi klaster baru penularan wabah virus korona di Jawa Barat, kembali meluas. 

Betapa tidak setelah puluhan karyawan Unilever tertular penyakit tersebut, kini satu pekerja di perusahaan konstruksi PT Hitachi Construction Machinery Indonesia (HCMI) di kawasan MM2100, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, terjangkit virus asal wuhan Cina itu.

Penambahan jumlah pasien korona di kawasan industri berdasarkan laporan yang diterima Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi, 1 orang karyawan perusahaan konstruksi positif virus korona.

Dengan adanya temuan tersebut, petugas sampai saat ini sedang melakukan pelacakan terhadap karyawan tersebut.

“Ada memang 1 orang terlaporkan positif tapi masih proses tracing dan tracking belum selesai,” ucap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah di Bekasi, Kamis (9/7).

Atas kasus korona tersebut, Ia mengaku tengah melakukan pendalaman penularan Covid-19 di kawasan industri. Sebenarnya beberapa perusahaan juga sudah melakukan tes masif terhadap karyawannya.

“Wilayah industri menjadi perhatian kemarin gubernur Jabar menyampaikan akan melakukan pemeriksaan masif. Pemerintah mewajibkan karyawan harus diperiksa masif,” ucap dia.

Sebelumnya kasus virus korona di Bekasi muncul klaster baru dari sektor industri. Sebanyak 21 orang karyawan PT Unilever Indonesia positif virus korona dan menularkan 15 anggota keluarga mereka.

Data Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi terkonfirmasi positif virus corona sebanyak 285 orang. Sedangkan jumlah ODP 69 orang dan PDP 66 orang.

Dengan adanya kasus positif korona di dunia industri itu membuat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menginstruksikan pelaku industri untuk melakukan pengetesan terhadap 10 persen dari total jumlah karyawan.

Hal itu sebagai langkah antisipasi penyebaran atau penularan Covid-19 sebagaimana yang terjadi di Unilever dan perusahaan konstruksi di Kabupaten Bekasi. 

Namun ternyata, hal tersebut memberatkan pelaku industri yang saat ini tengah terpuruk akibat pandemi.  

(Jiovanno)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here