Kasus Cerai Serang Baru Landai

0

METRO CIKARANG – Imbas virus korona, kasus perceraian cenderung meningkat. Kenaikan tersebut disinyalir disebabkan faktor ekonomi dalam rumah tangga.

Akan tetapi tidak seperti di wilayah Kecamatan Serang Baru. Angka perceraian cenderung rendah, tidak seperti di wilayah lainnya yang cenderung meningkat.

Ketua Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Serang Baru H. Asep mengatakan, hingga saat ini kasus perceraian tergolong rendah meski di masa sulit seperti saat ini.

” Dalam satu bulan bahkan tidak ada laporan perceraian ke kami (KUD,red). Baik itu laporan perceraian ataupun pengajuan cerai. Kalaupun ada angka tersebut masih terhitung jari, ” katanya kepada Cikarang Ekspres, kemarin (10/8).

Meski adanya wabah virus korona, tidak membuat pasangan suami istri (Pasutri) di wilayah Kecamatan Serang Baru mengajukan cerai dengan alasan ekonomi.

Selain kasus perceraian, lanjut Asep, untuk pendaftaran nikah pun tetap sama normal, baik itu ada wabah virus korona maupun tidak bada.

“Iya normal-normal aja, jadi gak pengaruh sama covid-19. Acara nikahan juga ada, baik di rumah maupun kantor KUA cuma ada batasannya dan tetap mengedepankan protokol kesehatan,” jelasnya.

Sesuai dengan Surat Edaran dari Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bekasi, acara pernikahan tidak boleh ramai-ramai di anatanya tidak boleh ada hiburan dulu. 

” Karena otomatis di setiap hiburan pasti ada kerumunan massa. Kemudian di ruang akadpun di batasi paling banyak sepuluh orang. Tamu pun di batasi karena memang sudah ada aturannya,” tuturnya. 

Asep menambahkan, untuk pendaftaran nikah sekarang ini perharinya hanya mencapai paling banyak tiga orang.

(mil/hyt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here