KAMPUNG TANGGUH: Camat Serang Baru didampingi Kades Sukaragam beserta tim penilaian meninjau Kampung Tangguh Mang Jaka di Perumahan Mega Regensi, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru. foto: ALMU JAMIL/CIKARANG EKSPRES

METRO CIKARANG – Warga Perumahan Mega Regensi, Blok G, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, memanfaatkan hampir sekitar 1,5 Herktare lahan Ruang Terbuka Hiju (RTK) dan Fasos Fasum untuk dijadikan Kampung Tangguh Mang Jaka.

Kampung tangguh di masing-masing desa adalah upaya untuk menjaga stabilitas kehidupan warga di desa tersebut. selain tugas utamanya memutus mata rantai virus corona yang berbasis swadaya masyarakat, kampung tangguh juga berperan untuk mengantisipasi dampak sosial akibat pandemik Covid-19.

Rabu, (20/1/21) Camat Serang Baru, Polres, Kodim, Kepala Desa (Kades) beserta tim penilaian dari Pemerinatah Kabupaten (Pemkab) Bekasi Kampung Tangguh Mang Jaka meninjau kampung tangguh di Perumahan Mega Regensi, Blok G, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.

Camat Serang Baru Mirtono Suherianto mengatakan, kampung tangguh di desa sukaragam ini merupakan perwakilan dari desa yang ada di kecamatan serang baru untuk melaju ke tingkat kabupaten.

“Tadi sudah di tinjau dari tim dari pusat, Polres dan dari Kodim, semua mendukung untuk kegiatan kampung tangguh di desa sukaragam,” kata Martono kepada Cikarang Ekspres, Rabu (21/1/21).

 Selain itu, kesehatan lingkungan udah oke, keamanan lingkungan sudah terkoordinir kemudian masalah Covid nya dan protokol kesehatan (Prokes) sudah bagus bahkan ada juga rumah untuk isolasi mandiri bagi warga yang terpapar Covid-19.

 Mirtono berharap, dengan adanya kampung tangguh ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Karena disitu ada daya jual belinya antara masyarakat satu dengan masyarakat yang lainnya.

Contoh jual belinya, yang satu pengrajin pohon, pohonnya itu bisa dia jual. Kemudian ada juga yang ternak ikan itu juga bisa dijual. Hampir semua masyarakat di sekitar itu di libatkan.

” Jadi ekonomi bergulir dengan adanya kampung tangguh itu,” ujar dia. 

Mirtono menambahkan, Anggaran untuk membuat kampung tangguh merupakan hasil dari swadaya masyarakat sekitar.   ” Anggaran itu murni hasil dari swadaya masyarakat,” imbuhnya.

 Sementara itu, Kepala Desa Sukaragam, Enden Saenurdin mengatakan, sebelum adanya program kampung tangguh masyarakat di sekitar Blok G sudah ada inisiatif semenjak adanya wabah Covid-19.

 “ Sebelumnya sudah mereka rintis, dari pada tidak ada kegiatan jadi bareng-bareng kita manfaatkan lahan yang ada baik itu untuk ketahanan pangannya dan juga pemulihan ekonominya,” tuturnya.

 Kata dia, selain ada wahana bermain anak ada juga tanaman, budidaya ikan, belut yang bisa dijual. Dengan adanya taman kampung tangguh, di harapkan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. 

 ” Setelah Covid-19 ini berlalu, program kampung tangguh ini bisa di tingkatkan dan juga bisa di komersilkan,” ujarnya.

“Karena ini suasananya masih Covid-19 jadi belum bisa di komersilkan atau di buka untuk umum. Iya sementara baru hanya untuk hiburan keluarga yang ada di sekitar ini aja,” tandasnya.

(mil/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here