METRO CIKARANG – Minimnya pengawasan Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  Kabupaten Bekasi, membuat sampah asal Bogor leluasa masuk Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS)  Burangkeng,  Kecamatan Setu. 
 
Dari video beredar luas di masyarakat, di mana  satu truk berplat F kedapatan tengah membuang sampah di area TPAS. Salah satu UPTD TPAS pun mengakui ada sampah dari Bojong Kulur masuk ke satu-satunya TPAS milik Kabupaten Bekasi itu. 
 
Kepala Desa Burangkeng, Nemin mengaku tidak tahu menahu jika ada sampah luar Bekasi masuk ke TPAS Burangkeng. “Tanyakan ke UPTD. Di sana kan ada Pak Maulana (kepala UPTD, Red). Timbangan, segala macam, mobil dari mana, tau lah,” ucap dia. 
 
“Saya bilang tidak ada, takut ada. Saya bilang ada, takut ada. Yang lebih tahu adalah UPTD, Pak Maulana,” jelas Nemin.
 
Nemin mengatakan dirinya tidak mau berspekulasi apakah memang ada sampah luar Bekasi masuk TPAS. “Saya bilang tidak ada, takut ada. Saya bilang ada, takut ada. Yang lebih tahu adalah UPTD, Pak Maulana,” jelas Nemin
 
Sebelumnya, Pemuda Desa Burangkeng, Abdul Rohman mengatakan pembuangan sampah dari luar Bekasi masih berlangsung di TPAS Burangkeng. 
 
“Memang itu pernah ramai di media tentang penolakan sampah dari luar Bekasi dari pemuda Burangkeng saat ini. Informasinya, sampai saat ini masih berlangsung pembuangan sampah dari luar Bekasi,” ucap pria yang Ketua BPK Ormasi Oi Kabupaten Bekasi ini. 
 
Abdul mengatakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  Kabupaten Bekasi harus dapat mengusut tuntas adanya sampah luar Bekasi masuk TPAS.  Pasalnya jika dilakukan secara ilegal merugikan Pemerintah Kabupaten Bekasi dan masyarakat. “Apakah sampah Cileungsi masuk TPAS Burangkeng itu masuk retribusi.  Ini harus ada kejelasan,” tegasnya.
 
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bekasi, Peno Suyatno angkat bicara soal sampah ilegal yang masuk ke TPA Burangkeng, Kecamatan Setu.
 
Menurut dia, sampah luar daerah Bekasi tidak diizinkan masuk ke TPA Burangkeng. “Artinya sampah luar daerah tidak bisa masuk tanpa ada rekomendasi kami,” tegas Peno.
 
Dirinya mengaku persoalan sampah di Kabupaten Bekasi, cukup kompleks. Mulai dari daya tampung yang sudah overload hingga pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.
 
“Jadi memang pengelolaan sampah masuk pelik yah. Tapi syukur alhamdulilah kita dapat bantuan pusat daur ulang (PDU) sampah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk mengatasi TPA Burangkeng yang overload,” bilang Peno.
 
Menurut dia, PDU yang bakal dipusatkan di Kecamatan Cikarang Utara ini berkapasitas sampah 10 ton per hari, sehingga diharapkan dapat mengurai permasalahan sampah di Kabupaten Bekasi. PDU Sampah ini jika dikelola dengan baik, juga dapat bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
 
“Bagaimana permasalahan sampah di Kabupaten Bekasi dapat dikelola dengan baik, dan syukur-syukur bisa menghasilkan, ada nilai ekonomisnya,” tukas Kadis Perindustrian ini.
 
Disinggung wacana TPA Bojongmangu, Peno lebih jauh menambahkan pihaknya terus mencari solusi agar persoalan sampah bisa teratasi secara baik. Sehingga perlu ada alternatif TPA baru di sejumlah titik. 
 
“Wacana kami ada empat, selain TPA Burangkeng wilayah Bojongmangu, Tarumajaya dan Pebayuran. Bahkan ini pun baru sebatas wacana dengan target pendapatan asli daerah (PAD),” jelas dia. (har/dim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here