RAPID TES: Kabagpol Polres Metro Bekasi, AKBP Mulyono mengakatakan pihaknya mengundang seratusan jurnalis untuk rapid test. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus korona dan juga bentuk kepedulian terhadap mitra kerja.(foto:ALMU JAMIL/CIKARANG EKSPRES)

METRO CIKARANG – Dua pewarta harian umum Cikarang Ekspres dinyatakan negatif dalam rapid test di Gedung Promoter Polres Metro Bekasi, Rabu (5/8).

Hal itu menyusul informasi puluhan wartawan yang melakukan peliputan bersama Mabes Polri saat penggerebakan sabu 200 kg berbungkus karung jagung di Gudang Cikarang Selatan, belum lama ini.

Kabagpol Polres Metro Bekasi, AKBP Mulyono mengakatakan pihaknya mengundang seratusan jurnalis untuk rapid test. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus korona dan juga bentuk kepedulian terhadap mitra kerja.

“Ini adalah program kami. Mulai dari guru-guru pesantren bersama Pak Kapolda Metro Jaya dan hari ini (kemarin,red) kesempatan kepada para awak media,” kata dia kepada awak media, Rabu (5/8).

Mulyono pun menepis rapid test ini untuk memeriksa wartawan yang terinfeksi virus korona saat peliputan bersama Mabes Polri. Menurut dia, rapid test adalah program yang dinisiasi Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan.

“Tidak, kita punya program sendiri dan semuanya dilakasanakan cuma waktunya saja bersamaan,” tukas dia.

Sementara itu, Juru Bicara PIKOBSI  dr. Alamsyah mengatakan dari beberpa wartawan yang sudah mengikuti rapid tes hasilnya negatif.

“Alhamdulilah dari semua ini adalah non reaktif, jadi wartawan di Kabupaten Bekasi terutama awak media yang di bawah Polres Metro Bekasi negatif semua,” tegas dia.

Menurut Alamsyah, jika ada yang rektaif nanti akan dilakukan mekanisme sesuai protokol kesehatan. Misalnya penjemputan hingga karantina atau isolasi mandiri. “Ya mudah-mudahan tidak ada yang positif,” tukas dia.

Alamsyah menjelaskan, kasus covid-19 di Kabupaten Bekasi  hingga saat ini tetap di angka 18 meninggal. Di mana, jumlah kasus positif antara 380-an dan yang sembuh 366 orang.

“Jadi ada yang sembuh ada juga yang positif tetapi memang berkurang tempat karantina itu,” pungkasnya.

(mil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here