**Tes Swab Tenaga Kesehatan 158 Dinyatakan Negatif

METRO CIKARANG – Menjang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, angka kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi mulai melandai. Hal ini didukung dengan adanya lima orang pasien positif Covid-19 asal Kabupaten Bekasi yang kembali dinyatakan sembuh, pada Selasa (19/5).

“Alhamdulillah, berita baik sore ini, lima pasien positif Covid-19 yang semuanya berasal dari Ciantra Cikarang Selatan dinyatakan sembuh,” jelas dr Alamsyah yang merupakan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi.

Meski begitu, Alamsyah menjabarkan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi sampai hari ini terhitung berjumlah 154 orang, yang dinyatakan sembuh 86 orang, meninggal dunia 13 orang, dan masih dirawat ataupun di isolasi berjumlah 55 orang.

“Walaupun kita terus melakukan test massive baik Rapid test maupun PCR, kasus positif bisa terus terkendali dan kesembuhan juga terus bertambah,” ucapnya

Alamsyah mengatakan, meski kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi mulai melandai, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan menjaga protokol kesehatan.

“Untuk masyarakat Kabupaten Bekasi kami minta untuk terus menjaga protokol kesehatan dan mentaati aturan-aturan yang berlaku selama PSBB berlangsung. Ini untuk kebaikan kita bersama, agar kedepan tidak timbul lagi cluster positif baru.” bilang dia.

Alamsyah mrnyebutkan hasil tes Swab dari selama sepekan baru 158 orang yang keluar dinyatakan negatif. Di mana, Pemkab Bekasi melakukan Tes Swab sebanyak 1000 orang selama 1 Minggu sejak 11 Mei 2020 lalu. 

“Baru sebagian kecil yang keluar hasilnya. Baru 158, semua hasilnya negati,” kata Alamsyah.

Dia menjelaskan, bahwa dari 158 itu yang diswab diperiksa oleh pihaknya adalah ODP, Nakes yang terpapar kasus dan orang pelaku pasar. Ia pun meyakini bahwa hasil tes swab itu efektif dilakukan dari segi aspek transmisi lokal. 

“Efektif karena yang diperiksa kan ODP, nakes, orang pelaku pasar yang ramai. Jadi bisa melihat ada tidaknya transmisi lokal, Kalau periksa semua masy kan gak mungkin juga, Makanya massive nya baru segitu. Jadi minimal kita tau ada tidaknya transmisi lokal covid,” tuturnya. 

Ia pun menghimbau ikuti aturan pemerintah, laksanakan protokol kesehatan, jangan ada kerumunan dan tetap gunakan masker keluar rumah.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, hari ini (11/5) melakukan pengetesan masif Covid-19 lewat metode teknik reaksi rantai polimerase (polymerase chain reaction/PCR) atau tes swab. 

Juru Bicara Pusat Informasi dan Komunikasi Covid-19 Kabupaten Bekasi (PIKOBSI), dr Alamsyah menyebutkan kuota tes swab untuk Kabupaten Bekasi sebanyak 1.000 dari 15.000 alat tes swab ke Bodebek dan Bandung Raya.

“Untuk kuota 1.000 alat tes swab dan hari ini kita mulai lima Puskesmas dulu,” kata dia saat dikonformasi, Senin (11/5).

Adapun Puskesmas yang mendat kuota pertama terdiri dari Puskesmas Setiamulya senbanyak 9 PCR, Puskesmas Bahagia (12 PCR), Puskesmas Cipayung (3 PCR), Puskesmas Cibatu (17 PCR) dan Puskesmas Lemah abang (5 PCR).

Menurut Alamsyah, tes swab ini untuk empat kategori. Yakni, orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP); tenaga kesehatan, tokoh masyarakat serta pelaku di pasar seperti pengelola, pedagang dan pengunjung.

“Jadi kita lalukan tes swab seminggu rencananya. Itu dimulai dari puskesmas,” tukasnya. 

Seperti diketahui pada Senin (18/5) lalu, Kapolresta Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan yang juga merupakan Wakil Gugus Tugas Civid-19 Kabupaten Bekasi bekerjasama dengan dinas terkait untuk memperketat kerumunan massa ditempat-tempat umum terutama di pasar dan pusat perbelanjaan.

Hal ini dilakukan, mengingat menjelang Hari Raya Idul Fitri masyarakat cenderung memadati tempat-tempat perbelanjaan, baik pasar maupun mall. 

Hendra juga berharap agar masyarakat dapat ikut membantu mempertahankan angka kasus Covid-19 yang sudah mulai melandai ini. Dirinya menegaskan akan terus mengawasi dan menertibkan potensi penyebaran baru virus Covid-19 di Kabupaten Bekasi.

(Cikarang Ekspres)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here