ALTERNATIF : Pengendara mengambil Jalur Tikus untuk menghindari penyekatan di wilayah Bekasi.

Cikarang Barat Jadi Titik Penyekatan dengan Jumlah Sanksi Putar Balik Paling Banyak

CIKARANG PUSAT – Pemerintah mengakui kecolongan dengan banyaknya pemudik yang lolos disaat check Point PSBB. Mereka menggunakan jalan tikus untuk menghindari pengecekan dengan menggunakan kendaraan pribadi.

“Pemudik yang tidak menggunakan surat izin sesuai dengan surat edaran, mereka menggunakan jalan tikus dengan menggunakan kendaraan pribadi itu luput dari pantauan,” kata Direktur Prasarana Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, Edi Nursalam.

Dia mengungkapkan jika tujuan kebanyakan para pemudik adalah Jawa Tengah. Ada sekitar 897.000 orang. Dari jumlah tersebut, Kementerian Perhubungan hanya sedikit yang memberikan izin mereka mudik.

Pemerintah juga bakal melakukan pengetatan untuk puncak arus balik pada 31 Mei 2020. Mereka yang nekat mudik dan tidak mengantongi surat izin, dipastikan tidak bisa balik ke DKI Jakarta.

Bahkan, Edi mengatakan jika pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisin agar melakukan penyekatan dibeberapa titik di beberapa wilayah yang mengarah ke ibu kota Jakarta.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk., mencatat Cikarang Barat menjadi titik penyekatan dengan jumlah kendaraan yang diputarbalikkan paling banyak. Jumlahnya mencapai sekitar 30 ribu kendaraan, terjadi selama periode Lebaran 2020, di masa pengendalian transportasi era pandemi Covid-19.

“Cukup banyak sebenarnya kendaraan yang diputarbalikkan ke daerah asalnya. Kemarin di Cikarang Barat adalah titik penyekatan dari dan ke arah Timur dengan akumulasi mencapai sekitar 30 ribu kendaraan, yang ditindak tegas oleh aparat Kepolisian,” jelas Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga, Dwimawan Heru  dalam diskusi virtual yang digelar Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) di Jakarta pada Rabu (27/5).

bahwa dari ruas-ruas jalan tol yang dioperasikan Jasa Marga, ditempatkan delapan titik penyekatan. Yaitu antara lain di Karawang Barat Km 47 B, kemudian Cikarang Barat Km 31 A, Bitung Km 26 A, Ngawi Km 579 A dan B, Sragen Km 527 B, Malang TI Km 84 + 400 A, serta Cikupa Km 30 A.

Adapun total kendaraan yang dialihkan pada masa pengendalian transportasi periode mudik H-7 sampai dengan H+1 (17 Mei hingga 26 Mei 2020) mencapai sebanyak 40.830 unit kendaraan. Dengan komposisi mayoritas kendaraan yang diputarbalikkan didominasi mobil pribadi sebesar 95 persen, diikuti kendaraan Elf sebesar lima persen. (har/uzi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here