METRO CIKARANG – Hubungan industrial antara manajemen PT Sanoh Indonesia dengan PUK SPAMK FSPMi di perusahaan tersebut terjalin akrab selama bertahun-tahun. Spirit ikhlas merupakan salah satu faktor hal itu dapat terwujud.

Hal demikian menjadi tema utama dalam Musyawarah Unit Kerja VII PUK SPAMK di Hotel PrimeBiz, Cikarang Utara, Sabtu (25/7/2020) siang. ‘Ikhlas berjuang, bergerak bersama, demi kesejahteraan’ menjadi tema yang diusung.

Ketua PUK SPAMK FSPMI PT Sanoh Indonesia, Ipul Saepul Anwar, mengatakan, tantangan perjuangan ke depan semakin berat, sehingga keikhlasan menjadi hal utama.

“Kegiatan bersama ke depan bagi pengurus serikat. Pengorbanan harus lebih besar lagi. Beberapa kondisi telah dilalui, kita punya semangat menjalaninya. Hubungan baik dengan manajemen hampir 40 tahun berdiri,” kata dia kepada awak media.

Salah satu program yang diusung pengurus PUK pada tiga tahun kedepan adalah pelatihan prapensiun, karena banyak pensiunan perusahaan Jepang itu tak dapat memaksimalkan pesangon yang didapat dengan membangun usaha.

“Ke depan, PUK bersama koperasi akan membentuk training prapensiun. Segala bentuk pendidikan kita arahkan ke situ. Training wirausaha dimasifkan agar pensiunan punya pengalaman wirausaha,” kata dia.

Lanjutnya, manajemen sudah berjanji untuk mendukung program itu. Nantinya pelatihan yang akan diberikan meliputi usaha pembuatan soto, hidroponik, pembersihan AC, dan lainnya.

Semasa pandemi covid-19, kata Ipul, perusahaan selalu berkomunikasi dan berdiskusi dengan serikat pekerja. Pada bulan Mei, purchase order perusahaan itu sempat menurun dan berdampak. Akan tetapi tidak sempat terjadi pemotongan upah dan PHK terhadap karyawan tetap.

“Mereka ambil kebijakan selalu dengan komunikasi. Meskipun ada pemberhentian karyawan kontrak, tanpa mengurangi hak-hak mereka kita bayarkan upah.”

Sementara itu Direktur Utama PT Sanoh Indonesia, Katsuyuki Kikuchi, menjelaskan hubungan PUK dan manajemen sudah berlangsung lama. Dia pribadi berharap serikat pekerja dapat lebih fleksibel terhadap perkembangan zaman.

“Untuk menjaga hubungan baik tersebut, kita training karyawan baik secara internal atau eksternal. Hubungan PUK dengan manajemen berjalan dengan baik. Ada perubahan di industri. Tahun ini tahun perubahan, secara manual akan otomatisasi supaya kita bisa berjalan bersama,” kata dia.

“Supaya perusahaan manajemen juga belajar serikat, memberikan man power untuk bisa memenuhi hal seperti kita memasukkan inovatif supaya kita bisa,” tandasnya.

(dim/uzi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here