METRO CIKARANG – Langkah Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, BN Holik Qodratullah yang mendukung Front Pembela Islam (FPI), untuk melakukan pembentukan tim pencari fakta, meninggalnya pengawal Muhammad Rizieq Shihab (MRS) yang ditembak mati oleh polisi. Diapresiasi oleh Pemuda Marhaenis, Ronny Harefa.

Pasalnya, selama BN Holik Qodratullah menjabat sebagai Ketua DPRD, belum pernah menemui massa aksi mahasiswa dan guru honorer, yang menuntut kesejahteraan dan memajukan Kabupaten Bekasi.

“Kita apresiasi langkah Holik yang mendukung ormas FPI. Dan berani menyentil kinerja Polri,” ujar Ronny kepada wartawan, Kamis (17/12/2020).

Ronny mengatakan, BN Holik Qodratullah lebih mementingkan adanya dugaan pelanggaran HAM, yang dilakukan oknum kepolisian. Daripada harus memikirkan nasib guru honorer, dan sikap kritis mahasiswa atas kebijakan Pemkab Bekasi.

“Kita acungi jempol. Semoga para wakil rakyat DPRD Kabupaten Bekasi berani bekerja dan mendukung langkah FPI,” tambah dia.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, BN Holik Qodratullah yang mendukung Front Pembela Islam (FPI), untuk melakukan pembentukan tim pencari fakta, meninggalnya pengawal Muhammad Rizieq Shihab (MRS) yang ditembak mati oleh polisi.

“Kami (DPRD, red) sudah mengkonsep surat untuk diajukan kepada DPR RI,” kata Holik saat menemui massa Aliansi Umat Muslim, Rabu (16/12/2020).

Holik mengatakan, surat tersebut bertuliskan ada pembentukan tim independen, terkait meninggalnya enam syuhada yang diduga telah dilakukan pembantaian oleh oknum aparat.

“Hari ini konsep surat sudah jadi, dan sudah saya tandatangani. Besok (Kamis) akan dikirim langsung secara resmi dari lembaga DPRD Kabupaten Bekasi ke Komnas HAM dan DPR RI,” jelas dia.

Perlu diketahui, sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Umat Muslim Kabupaten Bekasi, melakukan aksi damai di Kompleks Perkantoran Pemerintahan Kabupaten Bekasi.

Kedatangannya, meminta dukungan DPRD Kabupaten Bekasi untuk menyampaikan secara konstitusional kepada DPR RI, terkait pembentukan tim pencari fakta meninggalnya pengawal Muhammad Rizieq Shihab (MRS) yang ditembak mati oleh polisi.

“Kami meminta DPRD untuk mengajukan atau pernyataan sikap kepada DPR RI supaya membuka tabir yang ada atas meninggalnya enam syuhada,” ujar Ketua PA 212 Kabupaten Bekasi, Edi Kurniadi, Rabu (16/12).

Menurutnya, peristiwa yang sudah dilakukan oleh oknum aparat kepolisian pada kejadian tersebut diduga merupakan pelanggaran HAM. Sebab, berdasarkan informasi yang ia dapat, salah satu korban mengalami luka bakar serta beberapa tembakan menembus dada saat jenazah dimandikan.

“Jadi kami menuntut supaya keadilan dapat ditegakkan, sebab negara kita merupakan negara hukum,” tandasnya.

(Yudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here