METRO CIKARANG – Jumlah pasien korona di Kabupaten Bekasi terus bertambah. Kali ini, seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Karawang, dinyatakan positif terjangkit Covid-19. Pasien korona itu pria berinisial ES itu tinggal di Perumahan Tropikana Residence di Desa Cikarang Baru, Sertajaya, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.

Pasien juga diketahui seorang jamaah yang aktif berkegiatan di masjid. Terkait hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sri Enny mengimbau warga di sekitar kediaman maupun jamaah di masjid yang sama dengan pasien, agar tidak panik namun tetap waspada.

Bagi yang sebelumnya pernah melakukan kontak langsung dengan pasien, Ia meminta agar segera mengikuti prosedur penanganan Covid-19, yakni dengan menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan mengisolasi diri.

“Pemantauan bisa melalui dua arah. Yang diisolasi memberikan info ke Puskesmas bisa melalui telepon atau petugas yang ke sana bila memang diperlukan,” kata Enny.

Warga di sekitar kediaman pasien juga diharapkan melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh lingkungan, untuk menekan penyebaran virus.

“Masjidnya juga didisinfektan, bisa digunakan setelah dibersihkan,” imbuhnya.

Sebelumnya, pemerintah Kabupaten Bekasi, mencatat sebanyak lima pasien virus korona meninggal dunia. Kelimanya terdiri dari tiga berstatus positif Covid-19, sedangkan dua lagi berstatus suspect atau menunggu konfirmasi hasil uji laboratorium di Kemenkes.

Juru bicara pusat informasi dan koordinasi di Kabupaten Bekasi, dr. Alamsyah mengatakan, terbaru adalah seorang perempuan berusia 38 tahun, meninggal dunia pada Senin (23/3) malam di sebuah rumah sakit di Kota Bekasi.

“Statusnya suspect,” kata Alamasyah.

Sehari sebelumnya atau pada Minggu (22/3) malam, seorang laki-laki berusia 55 tahun meninggal dunia. Hasil pemeriksaan medis, dia dinyatakan positif Covid-19. Adapun tiga orang lagi yang meninggal sebelumnya adalah seorang perawat (positif), seorang pegawai BUMN (positif), dan PNS di Kementerian KKP (suspect).

“Total lima orang yang meninggal dunia, tiga positif dan dua suspect,” ujar Alamsyah.

Sementara itu, jumlah pasien positif dan masih menjalani perawatan sebanyak 11 orang dan satu orang sembuh. Adapun orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 112 orang dengan rincian 90 masih proses pemantauan, 22 selesai. Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 56, 49 di antaranya masih dalam perawatan.

Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Fraksi PDI Perjuangan, Nyumarno menegaskan sudah saatnya Pemerintah Daerah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) atas kondisi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bekasi saat ini. Untuk itu perlu penanganan secara total dan berkesinambungan, meski harus mengucurkan dana besar.

“Walau sampai Rp 200 miliar atau berapapun, sepanjang untuk penanganan dan pencegahan sebaran virus Covid-19, mintakan persetujuan DPRD secepatnya,” tegasnya.

Nyumarno juga mengimbau agar masyarakat Kabupaten Bekasi khususnya di wilayah terpapar Covid-19, diperiksa kesehatannya melalui rapid test. Untuk rumah sakit rujukan harus dilengkapi dengan fasilitas serta tenaga medis yang memadai.

“Berikan insentif untuk tenaga medis maupun rakyat kita yang tidak berpenghasilan dan terdampak sebaran Covid-19,” ujarnya.

Ia juga mengimbau agar tidak ada warga yang melakukan aktivitas di luar rumah. Begitu pula dengan kegiatan perkantoran yang sudah seharusnya dihentikan, untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

(har)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here