METRO CIKARANG – Pihak Kecamatan Setu menegaskan tidak pernah memberikan izin kepada proyek penggalian tanah uruk itu sejak lama. Sama halnya seperti pemerintah desa yang juga tak pernah memberi izin proyek itu.

Sekretaris Camat Setu, Dede Mauluddin, kepada media menjelaskan pihak Kecamatan Setu sudah berkoordinasi dengan pihak Desa Kertarahayu untuk menyikapi persoalan itu. 

Proyek penggalian tanah itu mendapat penolakan dari warga setempat dan juga warga Setu pada umumnya. 

“Sejak awal (proyek berlangsung) dari zaman Camat Beni (camat sebelumnya), tidak pernah ada izin dari kecamatan,” ucap Dede, kemarin.

Galian itu kata, Dede, pernah ditutup polisi. Akan tetapi kembali dibuka belakangan ini. 

“Kita akan berkoordinasi dengan dinas terkait,” singkat Dede.

Penolakan warga secara terang-terangan dimulai pada Minggu, 5 Juli 2020. Di Gapura Ontel, Cisaat, terpasang spanduk penolakan bertuliskan “Tolak Galian Tanah” dan “Pejabat Melek”. Diduga penolakan muncul karena proyek galian tanah di tempat itu kembali dimulai.

Pihak Desa Kertarahayu sebelumnya menegaskan tidak pernah sekali pun memberikan izin proyek penggalian tanah tersebut.

(dim/uzi) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here