METRO CIKARANG-Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bekasi Encep secara resmi membuka acara festival mancing di Situ Abidin, Desa Karangmulya, Kecamatan Bojongmangu, Sabtu (20/9).

Festival mancing tersebut di ikuti 250 peserta dari berbagai pelosok wilayah Kabupaten Bekasi. Acara tetap mengedepankan protokol kesehatan, salah satunya dengan memakai masker.

Selain pendaftaran gratis, panitia juga menyediakan berbagai hadiah berupa jekpot uang 5 juta rupiah untuk yang mendapat ikan terberat, sepeda gunung, Hp, Tv Lead dan berbagai hadiah hiburan lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Encep S Jaya mengatakan, kegiatan mancing ini untuk membangkitkan kembali semangat masyarakat sekaligus membuka sektor perekonomian di tengah pandemi Covid-19.

“Situ Abidin ini memang sudah dicanangkan untuk destinasi wisata, nanti setelah tidak ada Covid lagi, masyarakat Bekasi atau dari luar, bisa ramai-ramai kesini, untuk mancing, berswa foto dan rekreasi bersama keluarga,” ujarnya.

Encep berharap, festival mancing Situ Abidin bisa membuat masyarakat rileks dan terhibur di tengah status Kabupaten Bekasi yang kembali masuk zona merah.

“Karena tugas Dinas Pariwisata adalah dinas yang membuat masyarakat Kabupaten Bekasi bahagia,” paparnya.

Selain Situ Abidin, Encep menargetkan ke depan akan banyak lokasi wisata alam maupun wisata buatan di Kabupaten Bekasi yang bisa dikelola oleh Pemerintah Daerah. Termasuk nanti di Bumi Perkemahan (Buper) Karangkitri, dan sudah ada peta gambarnya untuk pengembangan wisatanya.

“Bisa nanti dibuat off road, flying fox, dibuatkan rute untuk sepeda santai dan sepeda gunung dan lain sebagainya,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Camat Bojongmangu Agung Suganda mengatakan, festival mancing Situ Abidin dapat menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar di tengah pandemi Covid-19.

Meski status Kecamatan Bojongmangu masih zona hijau, namun kewaspadaan dan tetap mengikuti protokol kesehatan. Sehingga status zona hijau tetap dipertahankan.

“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menggerakkan ekonomi masyarakat, walaupun di masa Covid-19, mereka bisa berdagang, kuliner, jadi ada nilai tambah selain ikut mempromosikan Bojongmangu,” pungkasnya.

(mil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here